GARUT, Garut Kota – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Manasik Haji tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pendopo Garut, Minggu (12/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa manasik haji merupakan simulasi penting agar para jemaah memiliki gambaran nyata mengenai rangkaian ibadah haji yang akan dilaksanakan. Ia juga menekankan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan haji yang inklusif, khususnya bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Seluruh jemaah haji adalah tamu Allah yang harus dimuliakan. Sebagai penyelenggara, kita wajib memberikan pelayanan terbaik serta menjalankan amanah sesuai perintah Allah SWT,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen memfasilitasi proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan lahan di wilayah Sukagalih untuk pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan ke depan.
“Garut mendapat perhatian dari pemerintah pusat dengan alokasi pembangunan yang segera direalisasikan. Ini penting untuk meningkatkan pelayanan haji dan umrah di masa mendatang,” tambahnya.
Bupati juga mengimbau para jemaah untuk mulai menjaga kondisi fisik dan mental sejak dini, mengingat ibadah haji memerlukan ketahanan yang kuat agar dapat dijalankan secara optimal.
“Kesehatan fisik harus dijaga, namun kesiapan mental dan semangat juga sangat penting agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan paripurna,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menjelaskan bahwa kegiatan manasik ini merupakan lanjutan dari bimbingan yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak empat kali di tingkat kecamatan pada Februari lalu.
“Manasik ini bertujuan meningkatkan kemandirian, pengetahuan, dan pemahaman jemaah agar dapat menjalankan ibadah haji sesuai syariat Islam dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Pada tahun 2026, Kabupaten Garut akan memberangkatkan sebanyak 171 jemaah haji. Mereka tergabung dalam gelombang kedua, kloter 22, dan dijadwalkan berangkat pada 7 Mei 2026.
Indra juga menyampaikan adanya perubahan teknis terkait embarkasi. Jika sebelumnya melalui Bekasi, tahun ini jemaah akan diberangkatkan melalui Asrama Haji Indramayu dan terbang dari Bandara Internasional Kertajati.
“Meski ada perubahan lokasi, insya Allah seluruh proses keberangkatan akan berjalan lancar seperti biasa,” pungkasnya.
(Rahman RYS)












