oleh

GMKI Cabang Kupang Gelar Bible Camp Perdana di GMIT Arit Fatukanutu

KUPANG, 06 Juni 2026 – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Kupang resmi menggelar Bible Camp perdana di GMIT Arit Fatukanutu, Klasis Kupang Timur, pada 5 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan spiritualitas kader di tengah tantangan zaman.

Senior GMKI Kupang, Ary Buraen, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pengurus Cabang. Ia menilai semangat luar biasa ditunjukkan BPC sehingga Bible Camp perdana dapat terlaksana.

“Sebagai Senior saya sangat bangga dan memberi apresiasi sebesar-besarnya kepada Pengurus Cabang yang berinisiatif meningkatkan spiritualitas kader melalui Bible Camp,” ungkap Ary, Jumat 5 Juni 2026.

Ary menegaskan Bible Camp bukan sekadar momentum pertemuan atau rekreasi rohani. Menurutnya, kegiatan ini adalah ruang belajar untuk bertumbuh dalam iman, karakter, dan persekutuan.

Di tengah tantangan zaman, generasi muda dituntut membangun kekayaan intelektual sekaligus spiritual. Ary berharap Bible Camp membawa perubahan sesuai tema besar GMKI: “Kita harus berubah”.

“Tanda-tanda berubah secara spiritual. Pertama, akan tampak dalam integritas kita, bahwa apa yang kita ucapkan harus kita lakukan. Kedua, ada tanda bahwa kita memiliki spiritualitas dan moralitas,” jelasnya.

Ia berharap dari Bible Camp lahir kader-kader yang berempati. Ary menyoroti tantangan anak muda saat ini yang kurang peduli terhadap persoalan di luar diri. Melalui kegiatan ini, ia berharap peserta memiliki kepekaan terhadap proses yang terjadi di Kabupaten Kupang.

Rendah hati disebut Ary sebagai tanda lain dari pertumbuhan spiritual. Ia meneladankan Yesus Kristus yang membasuh kaki murid-murid-Nya.

“Kalau kita berbicara tentang rendah hati, perlu kita meneladani apa yang sudah dilakukan Yesus Kristus dengan membasuh kaki murid-murid-Nya. Sebagai pemimpin, kadang kita kurang rendah hati dan kurang peka terhadap situasi yang terjadi,” katanya.

Ary percaya GMKI Kupang akan melahirkan calon pemimpin masa depan yang berintegritas, berkualitas, rendah hati, dan berempati. Ia mengingatkan kader untuk terus mengevaluasi diri karena setiap orang punya kelemahan.

“Kita yang pernah belajar di Rumah Biru menyadari betul bahwa kita punya kelemahan, bahkan sebagai kader kita banyak juga yang jatuh. Ini menjadi catatan agar kita mengevaluasi. Saya mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik. Semoga berdampak, walaupun baru perdana dan dengan tipikal kader yang beragam,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang bekerja keras mempersiapkan kegiatan. Ary menutup sambutannya dengan mengutip 1 Timotius 4:13:

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Komentar