Discoverynews.id, LUMAJANG | Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang terus memfasilitasi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri melalui jalur resmi guna menjamin keamanan dan perlindungan para calon pekerja migran Indonesia (PMI).
Kepala Seksi Transmigrasi Disnaker Lumajang, Icha Yulivianti ST, menjelaskan bahwa masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI).
Menurutnya, melalui platform tersebut masyarakat dapat memperoleh informasi lengkap mengenai negara tujuan kerja, jenis lowongan yang tersedia, hingga perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang telah mendapatkan izin resmi dari pemerintah.
“Calon pekerja migran harus mendaftar melalui web Sisko P2MI terlebih dahulu. Di sana tersedia informasi lengkap terkait negara tujuan dan perusahaan penyalur tenaga kerja yang sudah diakui serta memiliki izin resmi dari kementerian. Masyarakat bisa memilih sendiri perusahaan maupun lowongan yang sesuai dengan keinginannya,” ujar Icha.
Ia menambahkan, seluruh persyaratan yang harus dipenuhi calon pekerja migran juga telah tercantum dalam sistem tersebut sehingga memudahkan masyarakat dalam menyiapkan dokumen yang dibutuhkan.
Terkait legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja, Disnaker memastikan bahwa setiap perusahaan yang terdaftar memiliki dokumen dan izin resmi sebagai dasar operasional.
“Untuk memastikan perusahaan penyalur itu resmi, tentu ada surat dan dokumen perizinan yang menjadi dasar legalitas mereka,” katanya.
Selain proses administrasi, calon pekerja migran juga diwajibkan mengikuti pelatihan keterampilan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi calon pekerja sekaligus menjadi syarat utama dalam proses penempatan kerja di luar negeri.
“Pasti ada pelatihan. Dari pelatihan itu nantinya akan menghasilkan sertifikat kompetensi. Sertifikat kompetensi tersebut menjadi syarat mutlak sebelum berangkat ke luar negeri,” jelasnya.
Pelatihan tersebut umumnya diselenggarakan oleh perusahaan P3MI yang menjadi penyalur tenaga kerja.
Berdasarkan data Disnaker Lumajang, selama tiga bulan terakhir terdapat 93 calon pekerja migran Indonesia asal Lumajang yang telah mendaftar untuk bekerja di luar negeri. Tiga negara yang menjadi tujuan utama para calon PMI tersebut yakni Taiwan, Malaysia, dan Singapura.
“Dalam tiga bulan terakhir ada 93 calon pekerja migran Indonesia yang sudah mendaftar dengan tujuan Taiwan, Malaysia, dan Singapura,” ungkap Icha.
Ia menyebut ketiga negara tersebut masih menjadi tujuan yang paling diminati oleh warga Lumajang yang ingin bekerja di luar negeri.
Sementara itu, terkait kendala yang dihadapi selama proses pendaftaran hingga keberangkatan, Icha menegaskan bahwa secara prosedural tidak terdapat hambatan yang berarti selama seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi.
Menurutnya, Disnaker berperan dalam proses verifikasi dan penerbitan rekomendasi setelah seluruh dokumen calon pekerja migran dinyatakan lengkap dalam sistem Sisko P2MI.
“Kalau secara administratif sudah terpenuhi di Sisko P2MI, otomatis prosesnya bisa dilanjutkan. Setelah pemberkasan masuk ke Disnaker dan diverifikasi bersama petugas P3MI, kami dapat menerbitkan rekomendasi apabila seluruh persyaratan sudah lengkap,” pungkasnya.
(Saiful)











Komentar