GARUT, Tarogong Kidul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendorong penguatan tata kelola sumber daya manusia aparatur melalui penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Upaya tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta ASN yang dilaksanakan di Kampus 4 Universitas Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa penerapan manajemen talenta bertujuan untuk mengidentifikasi proses karier ASN agar berlangsung secara fair (adil), proper (layak), transparan, dan akuntabel. Kebijakan tersebut merujuk pada Keputusan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 411 Tahun 2025.
“Salah satu tujuan utama dari sistem ini, selain untuk meningkatkan motivasi kerja, adalah demi menegakkan keadilan bagi seluruh pegawai,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Untuk mendukung penerapan manajemen talenta, Bupati menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan Uji Kompetensi (Ukom). Menurutnya, Ukom merupakan instrumen penting yang menjadi salah satu faktor penentu dalam mengukur dan menilai manajemen talenta ASN secara objektif.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut juga menjelaskan mekanisme manajemen talenta melalui pemetaan dua indikator utama yang dituangkan dalam sebuah grafik, yaitu Sumbu X (Kinerja/Performance) dan Sumbu Y (Potensi/Potential).
Berdasarkan kedua indikator tersebut, ASN akan dikelompokkan ke dalam tiga kategori pada masing-masing sumbu. Untuk aspek kinerja (performance), kategori yang digunakan meliputi di bawah ekspektasi, sesuai ekspektasi, dan di atas ekspektasi. Sementara untuk aspek potensi (potential), kategori yang digunakan terdiri atas rendah, sedang, dan tinggi.
Kombinasi kedua variabel tersebut menghasilkan Matriks 9 Kotak (9-Box Matrix) yang berfungsi sebagai alat pemetaan untuk mengukur posisi, potensi, dan performa ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
“Ada tiga penilaian moral di sana. Bapak/Ibu nantinya bisa dinilai apakah memiliki potensi yang rendah, sedang, atau tinggi, serta bagaimana pemenuhan terhadap ekspetasi kinerja tersebut,” jelas Bupati.
Bupati menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dan pemetaan akan dilakukan secara digital melalui sistem terintegrasi yang telah disediakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Melalui sosialisasi tersebut, Bupati berharap seluruh perangkat daerah dapat bersinergi dalam mengambil langkah yang tepat untuk mendukung pengembangan dan pengelolaan manajemen talenta ASN di Kabupaten Garut.
Dede mulyana









Komentar