oleh

Harga BBM RI Masih Lebih Murah Dibanding Banyak Negara Maju, Meski Naik

Jakarta, DiscoveryNews.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia belakangan menjadi sorotan publik. Namun jika dibandingkan dengan negara-negara maju, harga BBM di Indonesia ternyata masih tergolong lebih rendah.

PT Pertamina melakukan penyesuaian harga beberapa produk BBM non-subsidi per 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.400 menjadi Rp12.900 per liter. Sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp13.150 menjadi Rp13.700 per liter. Adapun Pertamax Turbo naik dari Rp13.300 menjadi Rp13.850 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada produk diesel non-subsidi. Dexlite naik dari Rp13.350 menjadi Rp13.950 per liter, sedangkan Pertamina Dex meningkat dari Rp13.750 menjadi Rp14.350 per liter. Penyesuaian tersebut dilakukan mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan pergerakan harga produk kilang di pasar internasional.

Berdasarkan data Global Petrol Prices per 8 Juni 2026, rata-rata harga bensin dunia mencapai US$1,51 atau sekitar Rp27.109 per liter. Angka tersebut masih jauh di atas harga BBM yang dijual di Indonesia.

Berdasarkan data Global Petrol Prices per 8 Juni 2026 yang dikutip Detik Finance, rata-rata harga bensin dunia saat ini mencapai US$ 1,51 atau sekitar Rp 27.109 per liter (kurs Rp 17.961 per dolar AS). Angka tersebut jauh di atas harga BBM RON 95 yang berlaku di Indonesia.

Negara-negara maju umumnya menerapkan harga BBM yang lebih tinggi karena kebijakan pajak energi yang besar dan minim subsidi. Meskipun harga minyak mentah diperdagangkan di pasar internasional dengan nilai yang relatif sama, kebijakan masing-masing negara membuat harga di tingkat konsumen berbeda-beda.

Data menunjukkan, Hong Kong menjadi wilayah dengan harga bensin RON 95 termahal di dunia, mencapai US$ 4,114 atau sekitar Rp 73.891 per liter. Sementara di sejumlah negara maju lainnya, harga BBM juga jauh lebih tinggi dibanding Indonesia.

Berikut perbandingan harga BBM RON 95 di sejumlah negara maju:

  • Amerika Serikat: sekitar Rp 21.256 per liter
  • Australia: sekitar Rp 21.965 per liter
  • China: sekitar Rp 23.779 per liter
  • Inggris: sekitar Rp 37.949 per liter
  • Jerman: sekitar Rp 39.125 per liter
  • Italia: sekitar Rp 39.808 per liter
  • Prancis: sekitar Rp 40.600 per liter
  • Belanda: sekitar Rp 47.535 per liter
  • Denmark: sekitar Rp 47.607 per liter
  • Hong Kong: sekitar Rp 73.891 per liter.

Dengan kenaikan terbaru tersebut, harga Pertamax di Indonesia memang mengalami penyesuaian sekitar Rp500 per liter atau naik sekitar 4 persen, sedangkan Pertamax Green 95 naik Rp550 per liter atau sekitar 4,2 persen. Namun, harga BBM nasional masih berada jauh di bawah sebagian besar negara maju yang menjual bensin pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp70 ribu per liter.

Pemerintah dan Pertamina menilai penyesuaian harga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi di tengah dinamika pasar minyak global. Meski demikian, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi masih dipertahankan pada harga yang sama sehingga tetap menjadi bantalan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Editor: DiscoveryNews.id

Komentar