Jakarta, 12 Juni 2026 – DiscoveryNews.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkap adanya pembengkakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menambah beban anggaran negara hingga Rp1 triliun per bulan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas usai rapat koordinasi evaluasi Program MBG di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Ia menyebut jumlah titik SPPG yang semula direncanakan sebanyak 21.000 unit kini meningkat menjadi 27.877 titik, atau bertambah 6.877 titik dari rencana awal.
“Terjadi jual beli titik. Yang seharusnya rencana awal 21 ribu titik, sekarang sudah ada 27.877 titik. Ada pembengkakan 6.877 titik,” ujar Zulhas usai rapat koordinasi evaluasi MBG di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurut Zulhas, pembengkakan tersebut berpotensi membebani keuangan negara secara signifikan. Dengan asumsi setiap dapur MBG menerima insentif operasional sekitar Rp6 juta per hari, kelebihan 6.877 titik dapat menyebabkan tambahan pengeluaran lebih dari Rp1 triliun setiap bulan atau sekitar Rp12 triliun dalam setahun.
Selain di wilayah umum, pemerintah juga menemukan lonjakan jumlah titik SPPG di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Data awal mencatat kebutuhan sekitar 2.000 titik, namun jumlahnya kini mencapai 8.617 titik. Dari angka tersebut, sebanyak 6.138 titik bahkan telah memiliki surat keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Temuan ini membuat pemerintah memutuskan melakukan penataan ulang program MBG. Penambahan titik baru untuk sementara dihentikan sambil dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program, termasuk dugaan praktik jual beli titik layanan yang menyebabkan pembengkakan anggaran.
Selain persoalan jumlah dapur MBG, Zulhas juga menyoroti ketidaktepatan sasaran penerima program. Ia mengungkap masih terdapat sekolah-sekolah yang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan MBG namun telah menerima manfaat, #Zulhas Ungkap Pembengkakan SPPG, Program MBG Berpotensi Boros Rp 1 Triliun per Bulan













Komentar