Tel Aviv, discoverynews.id 14 Juni 2026 – Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran memicu keterkejutan di kalangan pejabat Israel. Langkah mendadak tersebut diambil ketika persiapan operasi militer disebut telah memasuki tahap akhir dan berbagai pihak memperkirakan Washington akan melancarkan tekanan lebih besar terhadap Teheran.
Menurut laporan yang dikutip sejumlah media internasional, Trump memilih jalur diplomasi setelah muncul perkembangan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS itu bahkan mengklaim bahwa pembahasan mengenai kesepakatan untuk mengakhiri perang telah mencapai kemajuan signifikan, sehingga serangan yang sebelumnya direncanakan tidak lagi diperlukan.
Keputusan tersebut disebut mengejutkan Israel yang selama berbulan-bulan menjadi salah satu pendukung utama pendekatan militer terhadap Iran. Sejumlah pejabat keamanan Israel dilaporkan tidak mendapatkan sinyal kuat bahwa Washington akan mengubah strategi pada saat-saat terakhir. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai arah kebijakan AS di kawasan Timur Tengah ke depan.
Di sisi lain, pemerintah Iran menyambut positif peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. Meski demikian, Teheran masih membantah sejumlah klaim Trump terkait isi dan status kesepakatan yang sedang dirundingkan. Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa proses negosiasi belum sepenuhnya rampung meski kedua pihak mengindikasikan adanya kemajuan.
Pengamat menilai pembatalan serangan ini menjadi titik balik penting dalam konflik yang telah berlangsung sejak awal 2026. Jika perundingan berhasil menghasilkan kesepakatan resmi, maka kawasan Timur Tengah berpeluang memasuki fase deeskalasi setelah berbulan-bulan dilanda ketegangan militer, serangan rudal, hingga ancaman gangguan terhadap jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Namun hingga kini, situasi di lapangan masih rapuh. Bentrokan dan aksi militer sporadis masih dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, sementara Israel terus memantau perkembangan negosiasi yang berlangsung antara Washington dan Teheran.
Sumber:
CNN Indonesia, 13 Juni 2026.
Reuters, 11–13 Juni 2026.













Komentar