SEMARANG Discoverynews.id— Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai Musyawarah Ikatan Keluarga Alumni Bimbingan dan Konseling (IKA BK) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang digelar di Aula Gedung Utama, Jumat (12/6/2026). Dalam forum tersebut, Tulus Wardoyo, S.Pd., M.Pd., Gr. resmi terpilih sebagai Ketua IKA BK UPGRIS secara aklamasi untuk melanjutkan sisa masa periode 2023–2028.
Musyawarah ini dilaksanakan sebagai bagian dari Pergantian Antar Waktu (PAW) menyusul pengunduran diri ketua sebelumnya. Kehadiran puluhan alumni dari berbagai angkatan dan latar belakang profesi menjadi bukti kuatnya ikatan emosional sekaligus harapan terhadap arah baru organisasi alumni ke depan.
Dalam sambutan perdananya, Tulus Wardoyo menegaskan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab kolektif untuk menghadirkan organisasi alumni yang lebih inklusif dan berdampak.
“Ini bukan hanya tentang melanjutkan kepemimpinan, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun wadah alumni yang benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya. Alumni BK UPGRIS memiliki potensi besar di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, hukum, hingga industri. Tugas kita adalah menghubungkan potensi itu agar menjadi kekuatan bersama,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya langkah cepat dalam konsolidasi organisasi, mengingat posisi yang diemban merupakan pergantian antar waktu.
“Karena ini PAW, maka tidak ada waktu untuk berlama-lama. Dalam waktu dekat kami akan menyusun kepengurusan baru yang solid, adaptif, dan siap bekerja. Fokus kami adalah memastikan program berjalan, komunikasi antar alumni terbangun, dan organisasi ini benar-benar menjadi rumah bersama,” tambahnya.
Tulus sendiri merupakan alumni angkatan 2011 yang kini berkiprah sebagai guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 1 Semarang. Selain itu, ia juga aktif sebagai konselor di kantor hukum dan berbagai sektor industri, yang menurutnya menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan alumni lintas profesi.
Dukungan terhadap kepemimpinan baru juga datang dari pihak kampus. Ketua Program Studi BK UPGRIS, Dr. Dini Rakhmawati, M.Pd., menyampaikan optimisme bahwa IKA BK di bawah kepemimpinan Tulus akan semakin progresif dan kolaboratif.
“Kami melihat ini sebagai momentum yang sangat baik. Kepengurusan baru diharapkan tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga mampu membangun sinergi strategis dengan program studi. Kolaborasi ini penting agar alumni tetap terhubung dengan perkembangan keilmuan sekaligus berkontribusi nyata di masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Majelis Pertimbangan Alumni (MPA) IKA BK UPGRIS, Dr. Heri Saptadi Ismanto, M.Pd., Kons., menekankan pentingnya arah organisasi yang visioner dan berkelanjutan.
“IKA BK UPGRIS memiliki potensi besar untuk menjadi organisasi alumni yang kuat dan berpengaruh. Namun, itu harus dibarengi dengan program yang terarah dan konsisten. Kegiatan seperti reuni akbar, forum ilmiah, serta kolaborasi dengan berbagai pihak perlu terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu alumni BK UPGRIS, Dadang Dwi Pratama, menilai terpilihnya Tulus Wardoyo sebagai representasi semangat baru di kalangan alumni.
“Kami melihat ada harapan besar di kepengurusan ini. Ini bukan sekadar pergantian, tetapi momentum untuk bangkit dan melangkah lebih jauh. Alumni BK UPGRIS harus bisa menunjukkan eksistensinya dan memberi kontribusi nyata, tidak hanya bagi anggotanya tetapi juga bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Dengan kepemimpinan yang baru, IKA BK UPGRIS diharapkan mampu memperkuat jejaring alumni, meningkatkan solidaritas, serta menjadi motor penggerak dalam pengembangan profesi bimbingan dan konseling yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.









Komentar