LUWU TIMUR, Discoverynews.id – Aktivitas belajar mengajar di kelas jauh UPT SP SDN 110 Saele salah satu sekolah di Desa Asana Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur, Sulsel terpaksa terganggu saat hujan turun. Sejumlah ruang kelas dilaporkan kerap kemasukan air hujan hingga membuat siswa dan guru merasa tidak nyaman saat proses pembelajaran berlangsung.
Kepala sekolah, Asriani menjelaskan kondisi tersebut terjadi akibat dampak pembangunan WC sekolah yang menyebabkan aliran air hujan berubah dan memicu kebocoran pada beberapa bagian bangunan.
“Setiap kali hujan deras, air masuk ke dalam ruang kelas. Kondisi ini mulai terjadi setelah pembangunan WC sehingga perlu segera dilakukan perbaikan,” ungkapnya, Rabu (17/06/26).
Menurutnya, pihak sekolah telah membuat proposal untuk berupaya melakukan penanganan sementara, sebab pihak sekolah belum mampu mengatasi masalah secara menyeluruh. Akibatnya, saat hujan turun, beberapa siswa harus berpindah tempat agar tidak terkena tetesan air dari atap maupun rembesan yang masuk ke dalam ruangan.
Pihak sekolah berharap pemerintah terkait dapat segera melakukan pengecekan dan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan nyaman dan aman.
“Kami sudah membuatkan proposal agar ada perhatian untuk memperbaiki kondisi ini karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan peserta didik saat belajar,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah orang tua siswa juga menyoroti kondisi dinding kelas jauh yang sudah banyak yang bocor dan berharap masalah tersebut segera ditangani mengingat musim hujan masih berpotensi terjadi dan dapat mengganggu proses pendidikan di sekolah.
Selain itu orang tua siswa juga mempertanyakan Kepala Sekolah kerap telat masuk sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Asriani menjelaskan bahwa, “memang kerap telat tiba di sekolah, karena saya tinggal di Bone-Bone dan harus bolak balik tiap hari sebab di sekolah belum ada perumahan guru,”tandasnya
(Tim)











Komentar