oleh

30 Ribu Calon Manajer Kopdes Ikuti Pelatihan Militer, Kemhan Tegaskan Bukan Wajib Militer

JAKARTA, DiscoveryNews.id – Sebanyak 30 ribu calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan mengikuti pelatihan dasar militer sebagai bagian dari pembekalan sebelum resmi bertugas. Program ini ditegaskan bukan wajib militer, melainkan upaya penguatan disiplin, mental, dan kemampuan kerja para pengelola koperasi di tingkat desa.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti program tersebut merupakan hasil seleksi ketat yang mencakup administrasi, kesehatan, hingga kompetensi. Setelah dinyatakan lolos, para calon manajer akan menjalani pelatihan yang dikaitkan dengan pembinaan karakter dan kedisiplinan melalui pendekatan militer.

Kemhan menegaskan bahwa pelatihan ini berkaitan dengan program Komponen Cadangan (Komcad) dan tidak bersifat wajib militer. Program ini disebut bersifat pembekalan untuk mendukung kesiapan para peserta dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk kedisiplinan, ketahanan mental, dan kemampuan kerja sama para calon pengelola koperasi di tingkat desa,” demikian penjelasan Kemhan seperti dilansir Detikcom, Kamis (18/6/2026).

Program rekrutmen Koperasi Desa Merah Putih sendiri menargetkan puluhan ribu posisi manajerial di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan ribuan posisi lain dalam program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa.

Kebijakan pelatihan bernuansa militer ini kemudian menjadi sorotan publik karena dinilai tidak lazim untuk sektor manajemen koperasi yang umumnya berfokus pada ekonomi, keuangan, dan tata kelola usaha. Namun pemerintah menilai pendekatan tersebut penting untuk membangun disiplin dan ketahanan kerja para pengelola koperasi agar lebih siap menghadapi tantangan di lapangan.

Editor: Redaksi DiscoveryNews.id

Komentar