oleh

Penjahit di Duri Kecewa, Penunjukan Salah Satu Tukang Jahit Dinilai Kurang Memberikan Kesempatan yang Sama

DURI DiscoveryNews,id —  Sejumlah penjahit di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, mengaku kecewa atas adanya penunjukan kepada salah satu tukang jahit untuk mengerjakan pesanan dalam jumlah besar. Mereka menilai keputusan tersebut kurang memberikan kesempatan yang sama kepada pelaku usaha jahit lainnya yang juga memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang yang sama.

Keluhan yang datang juga dari Bu tiara(bukan nama sebenar).”Kami heran tempat yang di tunjuk sekolah menjahit baju seragam harganya lebih mahal dari penjahit lain.

Salah seorang penjahit yang enggan disebutkan namanya mengatakan, para penjahit yang ada di duri,selama ini berharap setiap pekerjaan yang melibatkan banyak pihak dapat dilakukan secara terbuka dan mempertimbangkan pemerataan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan bersama.

“Kami bukan mempersoalkan siapa yang ditunjuk, tetapi kami berharap ada keterbukaan dan kesempatan yang sama bagi seluruh penjahit yang ada di Duri.

Banyak penjahit di sini yang memiliki kemampuan dan kualitas jahitan yang tidak kalah baik,” ujarnya, Selasa (18/6/2026).

Menurutnya, usaha jahit merupakan salah satu sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Oleh karena itu, apabila terdapat pekerjaan dalam jumlah besar, para penjahit berharap dapat dilibatkan atau setidaknya diberikan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi secara adil.

Kekecewaan tersebut juga muncul karena para penjahit merasa keberadaan mereka selama ini turut berkontribusi dalam mendukung perekonomian daerah. Mereka berharap pihak yang memberikan pekerjaan dapat mempertimbangkan aspek pemberdayaan usaha kecil dan menengah, khususnya pelaku usaha jahit lokal.

Para penjahit pun berharap ke depan mekanisme penunjukan atau pemberian pekerjaan dapat dilakukan secara lebih transparan dan terbuka, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kecemburuan di tengah masyarakat.

“Harapan kami sederhana, yaitu adanya keadilan dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan begitu, seluruh penjahit lokal dapat merasakan manfaat dari setiap peluang usaha yang ada,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang melakukan penunjukan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penetapan salah satu tukang jahit tersebut. Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari berbagai pihak,Dan sebagai control sosial ,para awak media akan menemui pihak sekolah,pengiat usaha jahit( UMKM) ,Dinas terkait dan anggota Dewan.Masyarakat berharap semoga persoalan seragam sekolah ini .dapat di selesaikan dan tentu ada solusi keberpihakkan kepada UMKM dan membantu wali murid.

(yolanda)

Komentar