Garut, DiscoveryNews.id – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nadira yang dipimpin Lina Tarlina, SHI. menggelar Evaluasi Akhir Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 bidang Tata Rias Pengantin Gaun Panjang Berkerudung (Tradisional), Sabtu (27/6/2026). Kegiatan dilaksanakan di Kelas Jauh LKP Nadira yang beralamat di Jalan Cimanuk Sanding Atas Nomor 483, RT 03/RW 04, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Pada pelaksanaan evaluasi akhir, peserta didik mengikuti rangkaian ujian kompetensi yang meliputi tes tertulis dan praktik tata rias pengantin menggunakan model yang telah disiapkan. Sementara itu, beberapa peserta yang berhalangan hadir karena sakit akan mengikuti evaluasi susulan sesuai jadwal yang ditetapkan penyelenggara.
Selama mengikuti pelatihan, peserta menempuh pembelajaran selama 150 jam pelajaran yang mencakup teori dan praktik tata rias pengantin, kewirausahaan, pemasaran digital, serta manajemen keuangan sebagai bekal membangun usaha secara mandiri.
Kegiatan evaluasi akhir turut dihadiri perwakilan dari 11 narasumber dan instruktur yang selama pelaksanaan Program PKW mendampingi peserta dalam proses pembelajaran. Di antaranya Hilman Taofik, S.T. yang menyampaikan materi digital marketing, serta Fidi Faisup Lukman dari Bank BJB yang memberikan materi manajemen keuangan usaha sebagai bekal bagi peserta dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Seluruh sarana praktik, mulai dari kosmetik, perlengkapan make up hingga peralatan tata rias, disediakan oleh LKP Nadira sebagai bagian dari proses uji kompetensi.
Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak wirausaha baru, peserta didik dibagi ke dalam tiga kelompok dan masing-masing kelompok memperoleh paket alat dan bahan untuk rintisan usaha. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan dekorasi pengantin berupa backdrop, kursi, tiang bunga, dan bunga plastik, satu set busana pengantin pria dan wanita, busana orang tua pengantin, perlengkapan make up beserta tas make up, patung manekin, serta berbagai aksesori tata rias. Seluruh bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk membuka dan mengembangkan usaha jasa tata rias pengantin secara mandiri.
Pimpinan LKP Nadira, Lina Tarlina, SHI., mengatakan Program PKW tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga diarahkan untuk mencetak wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.
“Harapan kami, para peserta tidak hanya memiliki keterampilan di bidang tata rias pengantin, tetapi juga mampu membuka usaha sendiri,digital marketing serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, serta menciptakan lapangan pekerjaan. LKP Nadira akan terus melakukan pendampingan agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Lina.
Melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026, LKP Nadira berharap para lulusan mampu menjadi pelaku usaha yang profesional, mandiri, dan berdaya saing sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Garut.
Red









Komentar