Teheran, discoverynews.id 3 Juli 2026 – Pemerintah Iran kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel menjelang dimulainya rangkaian pemakaman kenegaraan bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Di tengah suasana berkabung nasional, Teheran menegaskan akan memberikan respons apabila Washington dan Tel Aviv dinilai melanggar komitmen gencatan senjata yang mengakhiri perang beberapa waktu lalu.
Kepala negosiator Iran menyatakan bahwa serangan terhadap negaranya tidak mencapai tujuan yang diinginkan, bahkan menurutnya Amerika Serikat pada akhirnya justru meminta dilakukannya gencatan senjata.
“Kami akan merespons jika Amerika Serikat dan Israel tidak memenuhi komitmen mereka untuk mengakhiri perang,” ujar pejabat tersebut sebagaimana dikutip Al Jazeera.
Pemakaman Ali Khamenei diperkirakan menjadi salah satu prosesi terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran. Otoritas setempat memperkirakan lebih dari 20 juta orang akan menghadiri rangkaian upacara penghormatan terakhir yang dimulai di Teheran sebelum dilanjutkan ke sejumlah kota suci di Iran dan Irak hingga prosesi pemakaman di Mashhad.
Jenazah Khamenei disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran, dengan ribuan pelayat telah memadati lokasi sejak pagi. Pemerintah Iran juga menutup sejumlah kantor pemerintahan, membatasi penerbangan, dan memperketat pengamanan untuk mengantisipasi besarnya jumlah massa yang hadir.
Media pemerintah Iran menggambarkan prosesi tersebut sebagai simbol persatuan nasional dan perlawanan terhadap tekanan Amerika Serikat serta Israel. Berbagai delegasi asing dari negara-negara sekutu, termasuk Rusia, China, serta perwakilan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Teheran, dijadwalkan menghadiri upacara penghormatan tersebut.
Di sisi lain, ketegangan kawasan masih belum sepenuhnya mereda. Iran menegaskan bahwa gencatan senjata yang berlaku saat ini bersifat rapuh dan dapat berubah apabila kembali terjadi tindakan militer dari pihak lawan. Pernyataan tersebut disampaikan ketika proses transisi kepemimpinan di Iran masih berlangsung setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Laporan Al Jazeera menyebutkan, rangkaian pemakaman akan berlangsung selama beberapa hari, dimulai dari Teheran, kemudian menuju kota-kota suci seperti Qom, Najaf, Karbala, hingga berakhir di Mashhad sebagai lokasi pemakaman terakhir mantan pemimpin Iran tersebut.











Komentar