NIAS BARAT: DiscoveryNews.id — Viral Proyek pembangunan RSUD Cerah Medika Nias Barat dengan total anggaran Rp142 Miliar terbukti MOLOR TEROLOR-OLOR.
Padahal masa kontrak pekerjaan sudah berakhir pada 22 Mei 2026. Namun hingga awal Juli 2026, berdasarkan pemantauan di lapangan, bangunan rumah sakit masih dalam tahap finishing. Termasuk pengadaan alat kesehatan yang dananya juga bersumber dari total anggaran tersebut.
Kondisi ini mendapat sorotan keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI) Kepulauan Nias.
“Ini bentuk kelalaian pemerintah daerah. Uang Rp142 Miliar sudah keluar tapi rumah sakitnya belum bisa dipakai. Jangan sampai ini jadi pembodohan publik,” tegas LSM KCBI Kepulauan Nias, Jumat (10/7/2026).
Bupati dan DPRD Nias Barat Ke Mana?
LSM KCBI menilai Bupati Nias Barat dan DPRD Nias Barat gagal menjalankan fungsi pengawasan dan tanggung jawabnya.
Sesuai UU No. 23 Tahun 2014, Bupati wajib menjamin pelayanan kesehatan. Sementara DPRD punya fungsi anggaran dan pengawasan.
“Tapi faktanya diam. Tidak ada penjelasan ke publik. Tidak ada RDP. Ini yang kami sesalkan,” lanjut LSM KCBI.
Kebungkaman itu juga memicu tudingan dari masyarakat. Di grup WhatsApp “Generasi Niha”, warganet menulis:
“Kita maklum, sekarang DPR, DPRD dimana mana mereka dibungkam dengan selembar uang merah.”
Terdapat Tudingan Pengadaan Alkes Bermasalah
LSM KCBI juga menyoroti pengadaan alat kesehatan yang dananya termasuk dalam Rp142 Miliar tersebut. Hingga saat ini alkes diduga tidak dilaksanakan sesuai aturan dan ketentuan.
Akibatnya RSUD Cerah Medika hingga saat ini belum difungsikan. LSM KCBI menduga ada indikasi penyimpangan dalam proses pengadaan tersebut.
“Rp142 Miliar itu uang rakyat. Kalau gedung molor dan alkes bermasalah, lalu kapan bisa melayani masyarakat? Ini harus diaudit tuntas,” ujar LSM KCBI.
Desak Audit dan Sanksi
LSM KCBI Kepulauan Nias mendesak Bupati segera evaluasi, DPRD menggelar RDP terbuka, BPKP/Inspektorat melakukan audit, dan APH turun jika ada unsur pidana.
“Kalau tidak mampu, mundur saja,” pungkas LSM KCBI.
Hingga berita ini diturunkan, PLT Kadis Kesehatan Nias Barat belum memberikan jawaban.
Tem ;
Redaktur: Redaksi DiscoveryNews.id Sumatera Utara













Komentar