Batang Kapas, Pesisir Selatan discoverynews.id – Kondisi air sungai yang melintasi Kenagarian Tuik IV Koto Mudik, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan hingga kini masih terlihat keruh kecokelatan. Berdasarkan keterangan warga, kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu tahun tanpa adanya perubahan yang berarti maupun langkah penanganan yang terlihat dari pemerintah maupun instansi terkait.
Ironisnya, keruhnya air sungai bukan hanya berdampak bagi masyarakat di Kenagarian Tuik IV Koto Mudik. Aliran air yang terus membawa lumpur mengalir hingga ke wilayah hilir bahkan mencapai muara sungai, sehingga dampaknya dirasakan oleh masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai.
Masyarakat mengaku kecewa karena persoalan yang telah berlangsung hampir satu tahun itu belum juga mendapat perhatian serius. Hingga saat ini, warga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keruhnya air maupun langkah konkret yang dilakukan pemerintah untuk mengatasinya.
“Sudah hampir satu tahun kondisinya seperti ini. Kami hanya ingin pemerintah turun langsung melihat kondisi sungai dan memberikan solusi. Jangan sampai persoalan ini terus dibiarkan,” ujar salah seorang warga.
Warga menilai lambannya respons terhadap persoalan tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat kini berubah menjadi aliran air berlumpur yang terus mengalir setiap hari.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem sungai, habitat ikan, lahan pertanian, serta kualitas lingkungan di sepanjang aliran sungai. Apabila tidak segera ditangani, masyarakat khawatir kerusakan lingkungan akan semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar di masa mendatang.
Masyarakat mendesak Pemerintah Nagari Tuik IV Koto Mudik, Pemerintah Kecamatan Batang Kapas, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi teknis terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab keruhnya air sungai. Apabila ditemukan adanya aktivitas yang melanggar ketentuan dan menjadi penyebab kerusakan lingkungan, masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang diperoleh dari pemerintah maupun instansi terkait mengenai penyebab keruhnya air sungai yang telah berlangsung hampir satu tahun tersebut. Masyarakat berharap pemerintah segera hadir dengan tindakan nyata, bukan hanya menunggu keluhan warga semakin meluas, mengingat dampak yang ditimbulkan kini telah dirasakan hingga ke bagian hilir dan muara sungai.
Ilham pg









Komentar