MAJENE, Discoverynews.id – Komitmen memperkuat profesionalisme kepolisian dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang kembali ditegaskan melalui kegiatan supervisi yang dilaksanakan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Barat di Polres Majene.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan radikalisme, pencegahan kekerasan terhadap anak, serta pengecekan kesiapan operasional Tim Unit Reaksi Cepat (URC) tersebut berlangsung di Aula Wira Pratama Polres Majene, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulbar, Kombes Pol Beny Murjayanto, S.I.K., M.H., bersama tim supervisi. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Kasatgaswil Densus 88 Sulbar AKBP Soffan Ansyari, S.H., yang disambut langsung oleh Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Kapolres Majene menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim Ditreskrimum Polda Sulbar. Menurutnya, supervisi ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat kapasitas personel sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, khususnya terkait penyebaran paham radikal dan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang memerlukan penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi.
Dalam sesi sosialisasi, Kasatgaswil Densus 88 Sulbar AKBP Soffan Ansyari, S.H., menekankan pentingnya langkah deteksi dini terhadap penyebaran ideologi radikal yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Personel diingatkan agar lebih peka terhadap berbagai bentuk penyebaran paham ekstremisme, terutama yang memanfaatkan media sosial, ruang digital, maupun lingkungan pendidikan sebagai sarana penyebaran pengaruh.
Sementara itu, materi mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak yang menjadi korban bullying/tindak kekerasan.
Penanganan perkara diharapkan dilakukan secara profesional, humanis, serta melibatkan koordinasi yang erat dengan dinas sosial, lembaga perlindungan anak, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Melalui kegiatan supervisi ini, diharapkan seluruh personel Polres Majene semakin siap menghadapi dinamika situasi kamtibmas, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan, mencegah berkembangnya paham radikalisme, serta memberikan perlindungan maksimal terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa.








Komentar