Kupang, 16 Juli 2026– Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, Pemuda Kristen diingatkan untuk tetap bijak, kudus, dan berakar pada iman. Ajakan itu disampaikan dalam seminar bertema “Pemuda Kristen di Tengah Tantangan Era Digital: Cyberbullying dan Normalisasi Hubungan Seks di Luar Nikah, Menjaga Spiritualitas Pemuda di Era Digital”_ yang digelar Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kelas G Semester IV Institut Agama Kristen Negeri(IAKN) Kupang di GMIT Bethesda Tepas, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini diikuti pemuda dan remaja GMIT Bethesda Tepas, mahasiswa IAKN Kupang, majelis gereja, pembina pemuda, serta jemaat yang peduli terhadap perkembangan generasi muda.
Tiga Tantangan Utama Dibahas
Seminar ini menyoroti 3 isu besar yang dihadapi pemuda Kristen di era digital:
1. Bahaya Cyberbullying
Narasumber mengupas bentuk-bentuk perundungan di dunia maya, mulai dari penghinaan, penyebaran fitnah, ujaran kebencian, hingga pelecehan di media sosial. Peserta diajak memahami dampaknya: stres, kecemasan, turunnya rasa percaya diri, hingga terganggunya kehidupan sosial dan rohani.
2. Normalisasi Hubungan Seks di Luar Nikah
Melalui film, media sosial, dan platform hiburan, gaya hidup ini semakin dinormalisasi. Materi ini menekankan pentingnya menjaga kekudusan hidup sesuai ajaran Alkitab dan membangun relasi yang sehat, bertanggung jawab, dan memuliakan Tuhan.
3. Menjaga Spiritualitas di Era Digital
Peserta diajak untuk tidak kehilangan arah. Kunci utamanya: membangun hubungan pribadi dengan Tuhan melalui doa, pembacaan Alkitab, persekutuan, dan pelayanan. Teknologi harus dipakai sebagai alat untuk melayani, bukan menjauhkan dari Tuhan.
Diskusi Interaktif dan Antusiasme Tinggi
Sepanjang seminar suasana berlangsung interaktif. Peserta aktif berbagi pengalaman dan bertanya tentang bagaimana menyikapi tekanan media sosial serta tantangan menjadi pemuda Kristen masa kini.
Panitia berharap seminar ini membekali pemuda untuk menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.
“Pemuda Kristen dipanggil menjadi agen perubahan. Kita harus jadi terang dan garam dunia, serta memanfaatkan media digital untuk menyebarkan kasih, damai, dan kebenaran,” ujar salah satu panitia.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat, namun tanpa fondasi iman yang kuat, dapat mengikis karakter dan moral generasi muda. (Putra Umbu/Red)













Komentar