NIAS BARAT DiscoveryNews.id – Skandal proyek kembali mengguncang Kabupaten Nias Barat. Proyek strategis `Peningkatan Kelas Rumah Sakit Pratama` senilai `Rp138.286.818.003` yang bersumber dari Dana DaK 2025 resmi mangkrak.
Berdasarkan data resmi `SPSE LKPP` kode tender `10017801000`, pemenang tender adalah `PT. TURELOTO BATTU INDAH` dengan nilai kontrak `Rp138,2 Miliar`. Masa pelaksanaan proyek sudah dimulai sejak tanggal `22 Mei 2026`.
Namun fakta di lapangan sangat bertolak belakang. Pantauan di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi pada `14 Juli 2026` menunjukkan lokasi proyek masih `KOSONG MELOMPONG`. Tidak ada alat berat, tidak ada material, dan tidak ada aktivitas pekerja sama sekali.
“Udah hampir 2 bulan sejak mulai kerja, tapi di sini masih seperti hutan. Kami warga kecewa. Itu uang 138 Miliar uang rakyat,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis.
Ironisnya, nilai `Rp138,2 Miliar` ini hanya selisih sedikit dari pagu anggaran `Rp142.563.729.900`. Proyek ini ditangani oleh `Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat` dengan metode `Tender Rancang dan Bangun`.
Kini sorotan publik tertuju kepada `PPK Dinas Kesehatan` dan `Kepala Dinas Kesehatan Nias Barat`. Pertanyaan besar muncul: `Sudah berapa persen kemajuan fisik? Sudah berapa uang negara dicairkan ke PT. TURELOTO? Dan kenapa pembiaran ini terjadi?`
Aktivis di Nias Barat menilai ini adalah `pola lama yang terulang`. Sebelumnya, BPK RI juga menemukan kerugian negara `Rp5,07 Miliar` di Dinas PUPR Nias Barat pada tahun 2023 yang hingga kini belum tuntas.
“Jangan sampai RSUD 138 Miliar ini jadi ATM politik. Rakyat butuh rumah sakit, bukan proyek di atas kertas. PPK dan Kepala Daerah harus bertanggung jawab penuh,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, `PPK, Kadis Kesehatan, dan Bupati Nias Barat` belum memberikan klarifikasi resmi. Publik mendesak `Inspektorat, Kejaksaan, dan KPK` segera turun tangan melakukan audit dan penyelidikan. Jika terbukti wanprestasi, `PT. TURELOTO BATTU INDAH` harus segera diputus kontrak dan di blacklist.
Laporan : DiscoveryNews.id sumatera utara













Komentar