Bekasi, Discoverynews.id – Suasana haru dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti acara perpisahan Bapak Kaswanto, yang resmi mengakhiri masa pengabdiannya setelah 27 tahun bekerja di PT Kyosha Indonesia.
Dengan penuh apresiasi salah satu perwakilan manajemen mengucapkan rasa terima kasihnya atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi Kaswanto selama 27 tahun. Ia berharap, adanya hubungan baik yang telah terjalin tidak berakhir dengan masa pensiun, melainkan tetap menjadi bagian dari keluarga besar PT Kyosha Indonesia. Kamis(23/07/2026).
Ketua Serikat Pekerja F-SPGI PT Kyosha Indonesia Main menyampaikan ucapan dalam bentuk penghargaan atas keteladanan Kaswanto selama menjadi pekerja diperusahaan
“Beliau dikenal sebagai sosok yang memberikan contoh baik, entah dalam menjalankan tugas diperusahaan maupun sebagai anggota serikat pekerja yang menjunjung tinggi kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab,” ucap Main.
Lebih lanjut, Main pun merasa kehilangan akan sosok Kaswanto yang sudah puluhan tahun mengabdi, dan bersama diperusahaan.
“Patut dicontoh sosok beliau buat kita semua, kepribadiannya yang tulus selama menjalankan pekerjaan. Bukan itu saja Kaswanto justru menjadi contoh buat anggota yang tergabung dalam Serikat Pekerja Federasi Serikat Global Indonesia(SP F-SPGI) PT. Kyosha Indonesia lainnya,” kilah Main kepada awak Media, Kamis(23/07/2026).
Ditempat yang sama Kaswanto mengungkap rasa syukur yang tidak bisa terbendung ketika menyampaikan sambutan dihadapan rekan kerjanya
“Terima kasih kepada manajemen, pengurus Serika Pekerja F-SPGI, serta seluruh rekan kerja yang telah mendampinginya selama 27 tahun. Hubungan yang terjalin bukan sekadar hubungan kerja, tetapi telah menjadi ikatan dalam tali persaudaraan yang slama ini kita saling rangkul,” tutur Kaswanto dengan mata berkaca-kaca.
Beliau juga menyampaikan harapan agar PT Kyosha Indonesia semakin maju, berkembang, dan mampu terus meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerjanya. Dengan memasuki masa pensiunnya, Kaswanto pun memilih untuk tetap produktif dengan memulai usaha “Barbershop” sebagai langkah baru dalam menjalani kehidupan setelah bekerja.
Perjalanan Kaswanto menjadi pengingat bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak baru dalam menapaki jejak arti kehidupan. Dedikasi, integritas, dan semangat untuk terus berkarya merupakan warisan berharga yang jadi inspirasi bagi seluruh pekerja. (Jho)













Komentar