Gunungsitoli, Sumatera Utara Discovery news id. – Di tengah kesibukannya di Jakarta, kepedulian Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I., yang akrab disapa Bang YD, kepada masyarakat Kepulauan Nias tak pernah surut. Jarak ribuan kilometer tidak pernah menghalangi niatnya untuk hadir membantu mereka yang sedang tertimpa musibah.
Melalui Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, Bang YD kembali memberikan bantuan kepada Yerri Kristian Telaumbanua, seorang janda yang menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Jalan Supomo, Kota Gunungsitoli, Jumat (24/7/2026).
Kisah Yerri Kristian menyentuh hati banyak orang. Sebagai seorang ibu yang membesarkan anak-anaknya seorang diri, ia bekerja mencuci piring di rumah orang demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kehidupan yang sudah serba terbatas itu semakin berat ketika dirinya menjadi korban tabrak lari oleh pengendara sepeda motor yang hingga kini belum diketahui identitasnya dan melarikan diri tanpa memberikan pertanggungjawaban.
Akibat kecelakaan tersebut, Yerri mengalami luka serius dan sempat menjalani perawatan di RSU Tomsen Gunungsitoli. Setelah kondisinya mulai membaik, ia justru dihantui kekhawatiran akan biaya pengobatan yang tidak mampu ia bayarkan. Dengan hati yang berat, Yerri memilih pulang dari rumah sakit dan terpaksa meninggalkan KTP miliknya sebagai jaminan sementara hingga biaya perawatan dapat dilunasi.
Kabar tentang kondisi Yerri kemudian sampai kepada jajaran Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli. Mendengar kisah tersebut, Bang YD langsung memutuskan untuk memberikan bantuan guna meringankan beban biaya pengobatan yang harus ditanggung oleh Yerri.
“Bagi saya, membantu sesama bukan soal seberapa dekat jaraknya, tetapi seberapa besar kepedulian kita terhadap penderitaan orang lain. Ketika ada saudara kita yang membutuhkan, sudah seharusnya kita hadir dan saling menguatkan,” ujar Bang YD.
Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya dapat membantu kebutuhan biaya pengobatan, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi Yerri agar tetap tabah menghadapi ujian hidup.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli dan diserahkan langsung oleh Bendahara Gerakan Peduli, Yustina Halawa, didampingi jajaran pengurus lainnya.
Perwakilan Gerakan Peduli, Famos Harefa, menegaskan bahwa seluruh bantuan yang dititipkan Bang YD diberikan secara utuh tanpa potongan apa pun.
“Bang YD selalu berpesan agar setiap bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Tidak ada potongan, tidak ada biaya administrasi. Kami hanya menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan amanah dan doa agar Ibu Yerri segera pulih dan kembali beraktivitas,” ungkap Famos.
Suasana haru menyelimuti proses penyerahan bantuan. Dengan mata berkaca-kaca, Yerri Kristian tidak mampu menyembunyikan rasa syukur dan harunya.
“Saat saya mengalami musibah, saya benar-benar merasakan betapa beratnya hidup. Tidak semua orang datang membantu ketika kita sedang susah. Bahkan ada yang menjauh. Tetapi Bang YD dan Gerakan Peduli hadir tanpa saya minta. Bantuan ini bukan hanya meringankan biaya pengobatan saya, tetapi juga menguatkan hati saya bahwa masih banyak orang yang peduli,” ucap Yerri sambil menahan air mata.
Ia pun mengangkat kedua tangannya seraya mendoakan Bang YD beserta seluruh keluarga besar Gerakan Peduli.
“Terima kasih Bang YD. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ini dengan rezeki yang berlimpah, kesehatan, dan keberkahan. Semoga Gerakan Peduli semakin besar, semakin banyak membantu masyarakat, dan terus menjadi harapan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan,” tuturnya penuh haru.
Aksi kemanusiaan ini kembali menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah maupun jarak. Bagi Bang YD, membantu masyarakat bukan sekadar program sosial, melainkan panggilan hati untuk selalu hadir di tengah mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan.
Laporan : yarmend









Komentar