Jakarta, Discoverynews.id – Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri dari jabatannya pada Sabtu (25/7/2026) setelah menghadapi gelombang aksi protes yang berlangsung selama beberapa pekan. Demonstrasi yang dipimpin kelompok pemuda dan mahasiswa tersebut menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas dugaan kebocoran soal ujian nasional yang memicu keresahan di kalangan pelajar di seluruh India.
Menurut laporan Al Jazeera, pengunduran diri Pradhan menjadi konsesi besar pertama dari pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi terhadap tekanan publik sejak aksi demonstrasi meluas di berbagai wilayah India. Gerakan yang dikenal sebagai “Cockroach” atau Cockroach Janta Party (CJP) sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa, pawai, hingga aksi duduk di ibu kota New Delhi dengan tuntutan utama agar Menteri Pendidikan dicopot dari jabatannya.
Dalam pernyataannya yang diunggah melalui media sosial X, Dharmendra Pradhan menyampaikan bahwa dirinya memilih mengundurkan diri demi mencegah situasi yang berkepanjangan berdampak pada masa depan para pelajar. Ia juga menegaskan telah berupaya bertanggung jawab atas persoalan yang terjadi selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan.
Usai pengunduran diri tersebut, para pemimpin gerakan Cockroach mengumumkan penghentian aksi protes setelah pemerintah menyetujui sejumlah tuntutan mereka, termasuk komitmen melakukan reformasi sistem ujian dan evaluasi terhadap tata kelola pendidikan nasional. Keputusan itu disambut ribuan demonstran sebagai kemenangan bagi gerakan mahasiswa dan kaum muda di India.
Gelombang protes bermula dari dugaan kebocoran soal sejumlah ujian masuk perguruan tinggi yang memicu kemarahan publik. Isu tersebut kemudian berkembang menjadi tuntutan yang lebih luas mengenai transparansi, akuntabilitas pemerintah, serta perbaikan sistem pendidikan di India. Aksi ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang dihadapi pemerintahan Narendra Modi dalam beberapa tahun terakhir.
RED







Komentar