KALBAR,MEMPAWAH. Discoverynews — Keluhan terkait kualitas dan porsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu keprihatinan masyarakat. Sejumlah orang tua siswa menyayangkan sajian menu MBG yang dinilai semakin tidak memenuhi standar gizi yang diharapkan untuk tumbuh kembang anak.
Peristiwa ini terjadi di Desa Parit Banjar, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.
Berdasarkan rekaman video yang diterima tim redaksi sejak Jumat (24/7/2026), perwakilan orang tua murid bersama tim lapangan sempat mendatangi langsung lokasi Dapur MBG di Desa Parit Banjar untuk meminta klarifikasi terkait sajian makanan yang dinilai jauh dari kata layak.
Namun, upaya konfirmasi tersebut tidak membuahkan hasil. Tak ada satu pun pihak pengelola dapur yang bersedia memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penurunan kualitas menu makanan tersebut, dengan dalih sedang berada di luar kota.
Menu untuk Balita Turut Dipertanyakan, Sikap tertutup dari pihak pengelola kian memperkuat kekecewaan para orang tua. Selain persoalan gizi untuk siswa sekolah, kesiapan serta kelayakan menu MBG jika dibagikan kepada kelompok rentan seperti balita kini turut memicu sorotan tajam.
Para orang tua menilai asupan gizi pada usia dini sangat menentukan tumbuh kembang fisik serta pencegahan stunting. Kehadiran porsi yang sangat minim dan dinilai kurang bergizi ini dikhawatirkan justru tidak memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak maupun balita di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, warga dan para orang tua murid mendesak pihak terkait serta dinas berwenang di Kabupaten Mempawah untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengelola Dapur MBG Desa Parit Banjar.
(Tim/Red)














Komentar