Semarang discoverynews.id– Sejumlah warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur, menyampaikan keprihatinan terhadap minimnya pengembangan potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata di wilayah mereka. Menurut mereka, Kebonagung memiliki banyak aset yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif, namun hingga kini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.
Salah seorang warga berinisial DS, warga RW 1, mengatakan bahwa banyak kampung di daerah lain berhasil mengembangkan produk unggulan, seni tari, kerajinan, hingga berbagai kegiatan budaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, menurutnya, Kebonagung justru terlihat berjalan stagnan.
“Potensinya besar, tetapi belum terlihat adanya gerakan bersama untuk menjadikan Kebonagung sebagai sentra wisata budaya. Masyarakat membutuhkan dorongan, pembinaan, dan kepemimpinan yang mampu menggerakkan warga agar ekonomi ikut tumbuh,” ujarnya.»
DS juga menyampaikan pandangannya bahwa regenerasi kepengurusan di tingkat RT perlu mendapat perhatian. Menurutnya, kepengurusan yang berlangsung dalam waktu lama tanpa regenerasi berpotensi mengurangi munculnya gagasan-gagasan baru. Pernyataan tersebut merupakan pendapat warga dan belum tentu mencerminkan kondisi seluruh lingkungan di Kelurahan Kebonagung.
Perhatian warga juga tertuju pada kawasan Sobokarti yang dikenal sebagai salah satu kawasan seni dan budaya bersejarah di Kota Semarang. Beberapa warga berharap kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal sebagai ruang pelestarian budaya.
Menurut sejumlah warga, pemerintah perlu memastikan bahwa pemanfaatan kawasan tersebut tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengenai pelestarian cagar budaya. Mereka juga meminta adanya transparansi dalam pengelolaan kegiatan serta penggunaan anggaran organisasi yang berkaitan dengan aktivitas budaya apabila menggunakan dana publik atau menerima dukungan pemerintah.
Selain itu, warga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pengelolaan kawasan tersebut apabila ditemukan indikasi pelanggaran aturan atau ketidaksesuaian pemanfaatan. Mereka berharap setiap hasil evaluasi nantinya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Sejumlah warga juga mengaku berharap adanya audit terhadap pengelolaan kegiatan di kawasan Sobokarti apabila memang terdapat dasar hukum dan kewenangan bagi instansi terkait untuk melakukannya. Menurut mereka, langkah tersebut penting agar seluruh aktivitas berjalan secara transparan, akuntabel, dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, warga menyatakan bahwa ketika mencoba memperoleh klarifikasi dari pihak kelurahan, mereka menilai belum memperoleh penjelasan yang memadai. Pernyataan tersebut merupakan pengalaman yang disampaikan oleh warga dan belum mencerminkan tanggapan resmi dari pihak Kelurahan Kebonagung.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Semarang melalui kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap pengembangan potensi wisata budaya, pembinaan ekonomi kreatif masyarakat, serta tata kelola kawasan budaya sehingga Kebonagung mampu berkembang menjadi kawasan yang produktif, terbuka, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Kelurahan Kebonagung maupun pengelola Sobokarti terkait berbagai aspirasi dan kritik yang disampaikan oleh warga. Apabila terdapat klarifikasi atau penjelasan resmi dari pihak terkait, pemberitaan ini dapat diperbarui guna menghadirkan informasi yang berimbang.















Komentar