KALIMANTAN BARAT | Discoverynews — Keresahan masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) akibat maraknya promosi judi online yang menguasai media sosial kini telah mencapai titik didih. Fenomena iklan bermuatan perjudian yang beredar tajam dan terang-terangan di linimasa warga dinilai sudah sangat mengkhawatirkan karena secara masif merusak moral bangsa. Kondisi ini memicu amarah publik yang menilai pemerintah gagal total menghadirkan ruang digital yang bersih, aman, dan mendidik bagi generasi muda.
Sorotan tajam dan kecaman pedas dialamatkan langsung kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Di lapangan, warga menilai ada indikasi kuat pembiaran sistematis serta dugaan perintah terselubung di internal kementerian untuk meloloskan iklan-iklan haram tersebut. Isu mengenai kemungkinan adanya permainan di balik layar kian menguat seiring dengan fakta bahwa iklan judi online justru tampil makin bebas tanpa tersentuh pemblokiran yang berarti, sementara narasi pemberantasan yang digelorakan pemerintah dianggap sekadar pajangan.
Kekecewaan masyarakat kian memuncak saat saluran aduan publik sama sekali tidak berfungsi. Banyak warga mengaku telah mengunggah bukti dan melaporkan akun-akun promotor judi melalui media sosial resmi, namun seluruh aduan tersebut diabaikan begitu saja oleh admin pengelola. “Kementerian ini sudah tidak ada gunanya dan wajib dibubarkan saja. Laporan warga cuma dianggap angin lalu, sementara iklan judi terang-terangan dibiarkan merusak moral anak-anak kita. Ini jelas ada pembiaran dari atas,” tegas A, seorang warga Kalbar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembiaran ini telah memicu dampak sosial yang nyata di tengah masyarakat Kalbar, mulai dari meningkatnya kasus kriminalitas lokal hingga hancurnya ekonomi keluarga akibat jerat judi online. Ketidaktegasan Komdigi serta sikap cuek para admin media sosialnya dalam merespons aduan warga mempertegas krisis kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah. Masyarakat kini menuntut tindakan konkrit dan pembersihan total di tubuh kementerian sebelum kerusakan moral bangsa akibat judi online menjadi makin tidak terkendali.
(Tim/Red)














Komentar