oleh

Rumah Wartawan di Ketapang Didatangi Puluhan Karyawan Usai Beritakan Makanan Basi MBG

Gambar Ilustrasi

KALBAR,KETAPANG | Discoverynews – Kabar mengenai makanan basi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ketapang berbuntut panjang. Seorang wartawan media daring, AH, mengaku rumahnya didatangi puluhan karyawan dapur MBG pada Selasa, 4 Agustus 2026, setelah sebelumnya memberitakan temuan dugaan makanan basi yang diterima sejumlah siswa di beberapa sekolah.

Peristiwa itu bermula ketika dua wartawan menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan menu sayur labu siam dan jagung pipil yang sudah basi dalam paket MBG yang dibagikan kepada siswa di SMA Negeri 1 Ketapang, SMP St. Agustinus, dan RA Al-Ikhlas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, wartawan melakukan konfirmasi langsung ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Delta Pawan–Mulia Baru. Setelah dilakukan pemeriksaan internal, Kepala SPPG, Rahmat Agung Perdana, membenarkan adanya penurunan kualitas pada menu sayur yang didistribusikan.

“Kami mengakui terjadi penurunan kualitas pada menu sayur yang didistribusikan dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat,” ujar Rahmat Agung Perdana.

Berita tersebut kemudian dipublikasikan dan dilanjutkan dengan pemuatan klarifikasi serta hak jawab dari pihak SPPG sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Namun, Hd mengaku persoalan belum berakhir. Pada Selasa, 4 Agustus 2026 sekitar pukul 14.30 WIB, rumahnya didatangi sekitar 50 orang yang disebut berasal dari Dapur SPPG Ketapang Delta Pawan–Mulia Baru dan beberapa dapur lainnya. Mereka meminta penjelasan terkait pemberitaan yang dinilai berdampak pada penghentian sementara operasional dapur.

“Saya sudah menjalankan tugas jurnalistik sesuai prosedur. Kami datang melakukan konfirmasi, memberikan ruang klarifikasi, bahkan memuat hak jawab. Saya mengira persoalan selesai setelah itu, tetapi justru rumah saya didatangi,” kata Hd.

Sementara itu, perwakilan mitra pengelola dapur, Ce M, menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan mendampingi para relawan yang ingin menyampaikan rasa kecewa setelah penghentian sementara operasional dapur berdampak terhadap pekerjaan mereka.

Peristiwa ini kini menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam tanggapan mengenai pentingnya penyelesaian persoalan melalui dialog serta penghormatan terhadap proses jurnalistik.

(Tim/Red)

Komentar