BONDOWOSO, Discoverynews.id – Komunitas Pemuda Bersatu untuk Bondowoso (Pembersatu) resmi menggelar program penguatan kapasitas organisasi melalui forum diskusi bersama Yayasan DAMPAK.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pembersatu, Muhammad Rafi Sofyan Putra, S.Pd., CPS., menegaskan pentingnya belajar dari rekam jejak Yayasan DAMPAK yang telah berpengalaman di ranah sosial hingga tingkat internasional. Hal ini dilakukan guna membentuk strategi gerakan sosial yang terukur dan berdampak nyata di Kabupaten Bondowoso.
“Sebagai komunitas baru, Pembersatu sangat butuh belajar dari rekam jejak dan pengalaman Yayasan DAMPAK yang sudah teruji. Lewat rembug malam ini, kami ingin menyerap berbagai praktik baik tersebut agar langkah Pembersatu ke depan lebih terarah dan memberi dampak sosial yang nyata bagi masyarakat,” ujar Rafi.
Pembina Yayasan DAMPAK, Taufik Hidayat, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini dan berkomitmen untuk mendampingi tumbuh kembang Pembersatu.
“Kami di Yayasan DAMPAK sangat terbuka untuk berbagi rekam jejak dan pengalaman dengan kawan-kawan Pembersatu. Antusiasme komunitas baru ini menjadi angin segar. Harapan kami, pengalaman yang kami bagikan bisa menjadi pijakan bagi Pembersatu untuk tumbuh lebih cepat dan matang,” tutur Taufik.
Sementara itu, Fasilitator Nasional Organisasi Penggerak, Mohammad Hairul, turut memberikan arahan terkait pentingnya tata kelola organisasi yang terstruktur dan berkelanjutan bagi komunitas baru.
“Setiap komunitas baru membutuhkan penguatan kapasitas dan adaptasi dari praktik-praktik baik yang sudah ada. Diskusi ini menjadi jembatan penting agar Pembersatu tidak hanya bersemangat di awal, tetapi juga memiliki strategi gerakan yang terukur, efektif, dan berkelanjutan,” jelas Hairul.
Acara yang berlangsung hangat ini diawali dengan tradisi pembacaan Yasin, Tahlil, dan Sholawat Nariyah (Yasintanar) serta didukung penuh oleh sponsor Kopi Pyramid.














Komentar