Kupang, DiscoveryNewsId _Gempa di Riung Barat, Kabupaten Ngada, meninggalkan lebih dari sekadar reruntuhan. Ia menyisakan luka dan rasa kecewa warga terhadap kehadiran negara.
Ratusan Kepala Keluarga terdampak. Puskesmas Maronggela rusak parah, akses jalan terputus, anak-anak dan lansia mengungsi. Namun hingga hari ini, warga di wilayah Riung Raya merasa belum disentuh bantuan yang memadai.
“Kami merasa seperti dianaktirikan. Daerah lain bisa berlomba dapat bantuan, kami hanya bisa menonton.” ujar warga.
“Dimana uang pajak masyarakat Ngada selama ini? Saat genting seperti ini, seharusnya pemerintah provinsi dan pusat hadir memastikan rakyat tidak sendiri.” tegasnya.
3 Tuntutan Tegas Warga Ngada:
1. Hadir dan Tinjau Langsung. Warga mendesak Gubernur NTT dan perwakilan Pemerintah Pusat segera turun ke Riung Raya untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
2. Bantuan Cepat dan Merata. Logistik, obat-obatan, tenaga medis, tenda, air bersih, dan perbaikan fasilitas umum diminta segera disalurkan tanpa tebang pilih.
3. Transparansi Anggaran. Pemerintah diminta menjelaskan penggunaan dana pajak dan dana bencana untuk wilayah Ngada.
Yordanus Ndona, perwakilan warga, menyampaikan kekecewaan yang sudah lama dipendam.
“Kami warga negara Indonesia juga. Kami bayar pajak. Kami berhak diperlakukan sama. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru negara datang”.ujarnya.
Bagi warga Ngada, seruan ini bukan untuk menyalahkan. Ini pengingat. Bahwa di ujung timur Indonesia, masih ada rakyat yang bertahan dengan keterbatasan dan menunggu uluran tangan negara.
Riung tidak butuh janji. Riung butuh kehadiran.
***Red









Komentar