oleh

Mobil Berlogo TVRI Terpantau Tiap Hari Beli BBM Subsidi di Sejumlah SPBU, Pelangsir ?

LUWU TIMUR, Discoverynews.id Aktivitas pengisian BBM bersubsidi di sejumlah SPBU wilayah Kabupaten Luwu Timur kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah mobil berlogo TVRI disebut terpantau setiap hari ikut dalam antrean BBM di SPBU, Tomoni, Mangkutana dan Wotu.

Menurut warga, mobil jenis Fanther dengan Nomor Polisi DP 1669 VZ ini setiap hari terpantau ikut antrian di SPBU  Wilayah Mangkutana dan Wotu.

Informasi tersebut disampaikan warga yang mengaku tiap hari melihat kendaraan tersebut berada dalam antrean pengisian BBM, bahkan kerap lewat jalur depan tanpa antre, Kehadiran kendaraan berlogo lembaga penyiaran publik itu pun menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama terkait jenis BBM yang diisi dan frekuensi pengisiannya.

Warga meminta pihak terkait melakukan pengecekan terhadap aktivitas kendaraan tersebut, termasuk memastikan apakah pengisian yang dilakukan sudah sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

“Kenapa mobil TVRI ini dipake melangsir BBM, katanya itu mobil sudah dilelang” beber seorang warga setempat, Rabu (19/8/26).

Sorotan ini muncul di tengah persoalan antrean dan dugaan pengisian BBM secara berulang di sejumlah SPBU Luwu Timur. Sebelumnya, dalam sidak di SPBU Tomoni pada Juli 2026, tim pemerintah daerah menemukan sejumlah kendaraan yang diduga melakukan pengisian Pertalite berulang kali.

Selain itu, persoalan antrean BBM di wilayah Luwu Timur juga sempat mendapat perhatian setelah warga memprotes dugaan dominasi pelangsir dalam antrean di SPBU Tomoni.

Data pemerintah juga menunjukkan SPBU beroperasi di lokasi Tomoni, Mangkutana dan Wotu, sehingga kedua wilayah tersebut memang menjadi titik penyaluran BBM bagi masyarakat.

Warga berharap Pertamina, pemerintah daerah, maupun aparat terkait dapat turun langsung melakukan pengecekan dan memastikan seluruh kendaraan, tanpa terkecuali, mengikuti aturan yang berlaku dalam pembelian BBM bersubsidi.

“Kalau memang kendaraan tersebut hanya mengisi untuk kebutuhan operasional dan sesuai aturan, tentu tidak menjadi masalah. Tetapi kalau ada pengisian berulang atau menggunakan BBM subsidi tidak sesuai peruntukan, harus diperiksa,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak TVRI maupun pihak terkait mengenai tujuan pengisian BBM oleh kendaraan berlogo tersebut

Mulyadi
Author: Mulyadi

Komentar