Pandeglang-Banten-Discoverynews] Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Isttihad, Kampung Ciupas, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Banten, berlangsung khidmat, meriah, dan penuh nuansa religius. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.(26-08-2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sukadame Asep Rizal Chudori, S.IP., jajaran Pemerintah Desa Sukadame, Ketua Ikades Kecamatan Pagelaran, panitia PHBI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kampung Ciupas dan sekitarnya.
Sejak rangkaian acara dimulai, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Jamaah berdatangan dan memenuhi area Masjid Jami Al-Isttihad untuk mengikuti seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Suasana semakin khidmat ketika jamaah bersama-sama mengikuti pembacaan shalawat, doa, serta mendengarkan tausyiah keagamaan yang disampaikan Ustadz Jalaludin. Masyarakat tampak menyimak dengan penuh perhatian pesan-pesan yang disampaikan mengenai keteladanan Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap tahun. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk melakukan refleksi terhadap kehidupan Rasulullah SAW dan mengambil nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat.
Panitia PHBI Tekankan Makna Keteladanan Rasulullah
Dalam sambutannya, Panitia PHBI Ustadz Abdul Muis menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Isttihad.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sukadame, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik.
Menurut Abdul Muis, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Peringatan tersebut harus menjadi kesempatan bagi seluruh jamaah untuk mengenang perjuangan Rasulullah sekaligus menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai kegiatan rutin setiap tahun. Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah dan menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” ujar Abdul Muis.
Ia menilai antusiasme masyarakat dalam menghadiri kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat keagamaan dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Desa Sukadame.
Abdul Muis berharap kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan, bukan hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta membangun hubungan yang harmonis antarwarga.
“Semoga melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita semua semakin mencintai Rasulullah SAW, semakin kuat dalam menjalankan ajaran agama, serta mampu menjaga persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Kades Sukadame Ajak Warga Teladani Rasulullah
Sementara itu, Kepala Desa Sukadame Asep Rizal Chudori, S.IP., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada panitia PHBI dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Asep mengatakan bahwa Pemerintah Desa Sukadame memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum yang sangat baik untuk kita semua dalam meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat,” kata Asep Rizal Chudori.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.
Menurut Asep, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui sikap jujur, amanah, sabar, peduli terhadap sesama, menjaga persaudaraan, serta menghormati orang lain.
Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan dalam tausyiah, tetapi benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat Desa Sukadame.
“Semoga apa yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi kita semua. Mari kita terus menjaga kerukunan, saling menghormati dan saling membantu, sehingga Desa Sukadame menjadi desa yang aman, nyaman, religius, serta masyarakatnya semakin kompak,” lanjut Asep.
Kepala Desa Sukadame juga menilai peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan desa.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Ia juga berharap kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
Ustadz Jalaludin: Cinta Rasul Harus Dibuktikan dengan Akhlak
Dalam tausyiahnya, Ustadz Jalaludin mengajak jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ia menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, pembacaan shalawat, atau peringatan Maulid Nabi. Menurutnya, kecintaan tersebut harus dibuktikan dengan mengikuti ajaran serta akhlak Rasulullah SAW.
“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, maka mari kita buktikan dengan mengikuti sunnah dan akhlak beliau. Rasulullah mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang jujur, amanah, sabar, penyayang, serta menghormati sesama,” tutur Ustadz Jalaludin.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Keteladanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menyangkut bagaimana seseorang memperlakukan keluarga, tetangga, masyarakat, serta lingkungan sekitarnya.
Ustadz Jalaludin mengingatkan jamaah agar peringatan Maulid Nabi tidak berhenti setelah acara selesai.
Menurutnya, pesan keagamaan yang diperoleh dari kegiatan tersebut harus menjadi motivasi untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak shalawat, menjaga hubungan baik dengan keluarga dan tetangga, serta menghindari berbagai tindakan yang dapat menimbulkan perselisihan dan merusak persaudaraan.
“Jangan sampai setelah acara Maulid selesai, nilai-nilai yang kita dengarkan juga ikut selesai. Justru setelah pulang dari majelis ini, kita harus membawa semangat untuk memperbaiki diri dan menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan,” lanjutnya.
Selain itu, Ustadz Jalaludin memberikan perhatian terhadap pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda.
Menurutnya, generasi muda merupakan penerus masyarakat sehingga perlu mendapatkan pembinaan agama dan contoh perilaku yang baik sejak dini.
“Generasi muda adalah penerus kita. Karena itu, mari kita bersama-sama memberikan contoh yang baik kepada mereka. Jangan hanya menyuruh anak-anak menjadi baik, tetapi kita juga harus memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pesan tersebut mendapat perhatian penuh dari jamaah. Masyarakat terlihat khusyuk mengikuti tausyiah hingga rangkaian acara pembacaan shalawat dan doa bersama.
Tokoh Masyarakat Ajak Warga Jaga Persatuan
Di lokasi yang sama, tokoh masyarakat Lili Ardabili turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Lili menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting, bukan hanya dalam meningkatkan keimanan masyarakat, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, Maulid Nabi juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk mempererat silaturahmi. Kita berharap kebersamaan seperti ini terus dijaga,” ujar Lili Ardabili.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah hanya karena adanya perbedaan.
Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus disikapi dengan saling menghormati dan mengedepankan persaudaraan.
Lili berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam peringatan Maulid Nabi dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga persatuan dan kebersamaan. Jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh. Mari kita jadikan ajaran dan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman untuk membangun masyarakat yang rukun dan saling menghargai,” lanjut Lili.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan lingkungan.
Wujud Kebersamaan Masyarakat Desa Sukadame
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Isttihad Kampung Ciupas tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Desa Sukadame.
Kehadiran Pemerintah Desa Sukadame bersama Ketua Ikades Kecamatan Pagelaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia PHBI, serta masyarakat menunjukkan adanya sinergi dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan desa.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan hingga selesai juga memperlihatkan bahwa kehidupan keagamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, memperbanyak shalawat, serta mendapatkan siraman rohani.
Lebih dari sekadar memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Maulid Nabi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah, seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, kepedulian, kesabaran, dan persaudaraan.
Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat, terlebih di tengah dinamika kehidupan sosial yang membutuhkan sikap saling menghargai dan menjaga persatuan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Sukadame diharapkan semakin mencintai Rasulullah SAW dan mampu menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda agar semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan dan memiliki karakter yang baik.
Dengan adanya dukungan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga, kegiatan keagamaan di Desa Sukadame diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Isttihad Kampung Ciupas akhirnya tidak hanya menjadi momentum mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat iman, mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, serta membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Semangat yang lahir dari kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW benar-benar menjadi bagian dari perilaku masyarakat.
Maulid Nabi menjadi momentum bersama bagi masyarakat Desa Sukadame untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.










Komentar