Pandeglang-Banten-Discoverynews.id] Keluhan warga terkait dengan sebutan program dana hibah sebesar 50 jt sampai 60jt.Bantuan yang dijanjikan akan cair sebelum bulan Ramadan lalu,hingga kini tak kunjung terealisasi,dan menyisakan kekecewaan bagi masyarakat Desa Sumurlaban Kecamatan Angsana Kabupaten pandeglang banten.(25-08-2026)
Salah satu warga mengaku tergiur dengan bantuan bernilai puluhan juta rupiah tersebut.Namun untuk mendapatkan bantuan program hibah tersebut warga dipinta sejumlah uang tunai dengan alasan sebagai biaya administrasi dan pengurusan ke tingkat pusat,dan mengungkapkan rasa kecewanya.Pihaknya dipungut biaya dengan janji manis penyerahan dana hibah.
“Katanya sebelum bulan puasa kemarin mau cair, tapi sampai sekarang nihil tidak ada realisasinya.Saya tergiur karena dijanjikan bantuan hibah 50 juta sampai 60jt. Saya dimintai uang Rp400 ribu oleh inisial (A.M.i)alasan diperuntukan yang Rp100 ribu untuk ongkos pertemuan dengan orang pusat,dan pembuatan atm.Mungkin yang lain berbeda di pintanya.” Ujar salah satu warga yang minta identitasnya dirahasikan.
Sekretaris Desa (Sekdes) Sumurlaban berinisial A.M.I saat dikonfirmasi di kediamannya membenarkan adanya pengumpulan uang dan pengajuan program tersebut,dengan demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan ini di luar jalur resmi kepemerintahan desa.
A.M.I mengklaim program tersebut berjalan melalui pengajuan proposal ke pemerintah pusat yang diakomodasi oleh pihak luar berinisial (W.I)warga Kampung Peuteuy,Desa Padaherang.
“Ini di luar program resmi pemerintahan desa, melainkan pengajuan proposal ke pusat. Ketua pengurusnya saudara (W.I) orang Peuteuy Desa Padaherang. Namanya juga usaha melalui program siapa tahu nanti turun dan ada hasilnya,” kata (A.M.I)
“Adapun program tersebut program dari mana-mananya saya lupa karna lumayan sudah lama.”Paparnya
A.M.I juga memprotes jumlah penarikan uang yang disebutkan warga. Ia berkilah bahwa nominal yang dikumpulkan dan disaksikan oleh inisial (W.i)ditempat kediamannya dari warga bukan Rp400 ribu, melainkan Rp300 ribu per orang.
“Awalnya saya hanya mengajak,siapa yang mau ikut silakan datang ke rumah. Uang yang dikumpulkan bukan Rp400 ribu, tapi Rp300 ribu per orang. Uang itu digunakan untuk biaya pembuatan proposal, pembuatan ATM, hingga operasional keberangkatan ke Jakarta di kementerian Bank Syariah.Adapun pembuatan Atm tersebut bervariasi ada Atm BRI dan Bank BCA.” jelasnya (A.m.i)
Lebih jauh dikatakan (A.M.I)juga mengaku sempat mendampingi proses pengurusan ke Jakarta, namun tidak mengetahui secara rinci jalannya pertemuan tersebut.
“Saya ikut ke Jakarta,tapi tidak masuk ke dalam gedung karna beberapa tingkat gedungnya sangat tinggi,dan terlalu ramai dari seluruh Indonesia.Jadi saya tidak tahu pasti bertemu siapa, sebab yang punya program tersebut untuk di sini inisial (W.I)melalui jaringannya di pusat.”Tambahnya(A.m.i)
Hingga berita ini diterbitkan,sosok (W.I) yang disebut-sebut sebagai ketua kepengurusan program tersebut belum memberikan keterangan secara resmi terkait hal ini.Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak terkait, khususnya (W.I)guna menjaga keberimbangan serta keberlanjutan informasi berita ini.















Komentar