LUMAJANG, Discoverynews.id — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkokoh pengamanan aset vital negara sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui langkah strategis bersama jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Upaya ini ditegaskan lewat kunjungan silaturahmi Direktur Manajemen Risiko PT SGN, M. Fakhrur Rozi, kepada Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariyandi, S.H., S.I.K., M.H., di Mapolres Lumajang pada Rabu (26/8/2026).

Pertemuan tersebut merupakan langkah nyata dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) RI mengenai pencegahan dan penanggulangan karhutla nasional, khususnya pada area perkebunan tebu yang tersebar di wilayah hukum Polres Lumajang.
Tindak Lanjut Kerja Sama Strategis dengan Polda Jatim
Sinergi di tingkat jajaran resor ini menjadi fondasi operasional dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sebelumnya telah ditandatangani oleh PT SGN bersama Polda Jatim di Surabaya pada Senin (27/7/2026).
Kesepakatan bernomor BD01-INS/P-PJJ/20260727-009 dari PT SGN dan PKS/19/VII/2026 dari Polda Jatim tersebut mengusung tema “Sinergitas Tugas dan Fungsi dalam Rangka Mendukung Operasional PT Sinergi Gula Nusantara”. Dokumen kerja sama ini menjadi landasan hukum utama kolaborasi perlindungan aset vital industri gula di seluruh wilayah Jawa Timur.
Langkah Taktis dan Jajaran yang Hadir
Dalam pertemuan di Polres Lumajang, Direktur Manajemen Risiko PT SGN didampingi oleh sejumlah pejabat penting perusahaan:
- AKBP Agus Indrianto, S.S.T., M.Han. – Koordinator Perwira Keamanan PT Sinergi Gula Nusantara
- Fajar Lazuardi – Cluster Head PT SGN Jawa Timur 3
- Agus Amanda – General Manager PT SGN PG Djatiroto
- Ari Susetyo – General Manager PT SGN PG Semboro
- Slamet Riyadi, S.H., M.M. – Perwira Keamanan PT SGN PG Djatiroto
Komitmen Menjaga Kamtibmas dan Ketahanan Pangan
PT SGN dan Kepolisian bersepakat meningkatkan koordinasi guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di kawasan perkebunan. Pencegahan karhutla akan dimaksimalkan melalui penguatan sistem deteksi dini, patroli terpadu secara berkala, hingga tindakan hukum tegas terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Koordinator Perwira Keamanan PT SGN, AKBP Agus Indrianto, S.S.T., M.Han., menegaskan bahwa pengamanan intensif ini sangat krusial agar operasional perkebunan tebu sebagai penopang ketahanan pangan nasional dapat berjalan aman tanpa gangguan potensi kebakaran lahan.













Komentar