oleh

Tabligh Akbar LUAS di Sawahlunto, Bupati Agam Ajak Ranah dan Rantau Bersinergi

SAWAHLUNTO, DISCOVERINEWS.ID, Persatuan Perantau Luhak Agam Domisili Kota Sawahlunto (LUAS) Sakato menggelar Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Nurul Islam Kota Sawahlunto, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jamaah Masjid Agung Nurul Islam, BKMT Kota Sawahlunto, majelis yasinan, majelis bank infak, serta Ikatan Keluarga Agam Bukittinggi (IKAB) Kabupaten Sijunjung.
Bupati Agam H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, hadir sebagai penceramah utama. Kegiatan ini merupakan salah satu program kepengurusan LUAS periode 2025–2029 yang dipimpin Hamdani.
Ketua LUAS Hamdani mengatakan, kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dari program organisasi, selain mempererat silaturahmi dan kegiatan sosial.
“Bukan hanya bersilaturahmi dan melakukan kegiatan sosial, namun iman dan takwa juga harus kita perhatikan sebagai bekal menuju alam akhirat,” ujar Hamdani.
Mewakili Wali Kota Sawahlunto, Kepala BPKAD Dedi Ardona mengapresiasi LUAS yang menghadirkan kegiatan keagamaan terbuka bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.
Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis mengajak masyarakat memperkuat sinergi antara ranah dan rantau untuk membantu percepatan pembangunan Kabupaten Agam pascabencana.
“Kita tertinggal beberapa tahun dari kabupaten lain akibat musibah bencana alam. Karena itu, dibutuhkan sinergi dan kerja sama semua pihak, termasuk ranah dan rantau,” katanya.
Dalam tausiah Maulid Nabi, Benni mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.
“Jangan jadikan peringatan Maulid Nabi hanya sekadar seremonial. Mari kita meniru dan berpedoman kepada akhlak serta kehidupan Rasulullah SAW,” pesannya.
Kegiatan juga diisi sesi tanya jawab. Jamaah antusias menyampaikan berbagai persoalan kampung halaman, termasuk isu tol dan flyover Padang Luar.
Tabligh Akbar ditutup dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin Buya NaRa, dilanjutkan foto bersama.

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah, menyatukan ranah dan rantau, serta memperkuat kepedulian perantau terhadap kampung halaman.

Penulis: HT/Suherman

Suherman
Author: Suherman

Komentar