KALBAR,SINTANG | Discoverrynews ~ Kemarahan pemerintah daerah tak lagi terbendung ketika bencana kebakaran hutan dan lahan kembali melahap kawasan Kabupaten Sintang. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, meledakkan kekecewaannya secara terbuka dan menuding Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Menteri Raja Juli Antoni lepas tangan. Di tengah kepulan asap yang makin menebal dan mengancam kesehatan warga, pemda merasa dibiarkan bertarung sendirian tanpa dukungan anggaran yang nyata dari pemerintah pusat.
Kritik tajam Kartiyus menyasar ketimpangan beban operasional di lapangan yang dinilai sangat tidak adil. Anak buah Kementerian Kehutanan yang ditugaskan di daerah justru kedapatan menggantungkan seluruh biaya operasional pemadaman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sintang. Kondisi ini memicu pertanyaan besar dari Pemkab Sintang mengenai ke mana sebenarnya aliran dana penanggulangan karhutla yang dianggarkan oleh kementerian pusat.
Pemerintah Daerah Sintang merasa diperas secara finansial untuk menutupi ketidakpastian dana instansi vertikal yang seharusnya memiliki pos anggaran mandiri. Kartiyus mempertanyakan komitmen nyata Menteri Raja Juli Antoni dalam menangani krisis lingkungan yang berulang setiap tahun ini, ketimbang hanya mengandalkan kerja keras personel di daerah yang serba terbatas. Beban APBD Sintang yang kian terkuras untuk membiayai pasukan pusat membuat penanganan karhutla kini memicu krisis diplomasi antar-lembaga.
Desakan keras kini mengarah langsung ke meja Menteri Kehutanan untuk segera meninjau ulang alokasi anggaran dan tanggung jawab kerja jajarannya di daerah. Pemkab Sintang menegaskan bahwa koordinasi penanganan karhutla tidak boleh lagi mengorbankan kas daerah hanya untuk menutupi ketidakmampuan kementerian dalam membiayai anak buahnya sendiri. Jika Kementerian Kehutanan tidak segera turun tangan memberikan solusi finansial yang kongkrit, ancaman kebakaran hutan yang lebih luas di Kalimantan Barat dipastikan akan kian sulit terhendali.
(Tim/Red)















Komentar