MOJOKERTO – Discovery news.id- Proses belajar mengajar tentunya menjadi kesan tersendiri bagi para siswa juga alumni yang berasal dari tempat tersebut. Baik itu kesan indah, sedih, bangga ataupun sebaliknya.

Semua itu bergantung dari berbagai macam faktor penunjang yang terdapat didalamnya, sebab semua faktor bisa menjadi pemicu situasi dan kondisi serta bisa memunculkan sebab akibat.
Seperti halnya yang diduga terjadi pada ratusan alumni siswa sekolah S.M.K ( Sekolah Menengah Kejuruan) negeri 1 Kemlagi bertempat didesa Dempul, kecamatan Kemlagi, kabupaten Mojokerto.
Betapa tidak seharusnya alumni siswa dari angkatan tahun 2026 tersebut, semestinya bisa merasa bangga akan ilmu yang didapat, sekaligus bisa menjadi bekal serta menambah nilai guna bagi mereka, untuk mencapai masa depan yang lebih cerah, akan tetapi di akhir waktu malah ada sedikit rasa kekecewaan yang tumbuh dihati mereka.
Beberapa perwakilan dari alumni siswa sekolah S.M.K.N 1 Kemlagi saat bertemu rekan hari Sabtu (29/5/2026) malam 19.30 Wib berusaha untuk keluhkan nasibnya terkait perihal dana tabungan yang mereka miliki disekolah tersebut, diduga pencairannya molor dan bermasalah.
kejadian tersebut terindikasi diketahui saat mereka dihubungi oleh kakak alumni dari tahun sebelumnya lewat seorang guru sekolah SMKN 1 Kemlagi, dan diteruskan melalui groub angkatan alumni tahun 2026 terkait info loker ( lowongan kerja) yang membutuhkan ijazah terakhir sebagai, persyaratan untuk penunjang kelengkapan adminitrasi dari suatu perusahaan. Akan tetapi ijazah terakhir dari alumni tahun 2026 belum keluar.
Sebagai langkah lanjutan dari informasi tersebut beberapa perwakilan angkatan dari tahun 2026 sekolah SMKN 1 Kemlagi. Berusaha untuk jemput bola terkait info loker tersebut sekaligus memperjelas keluarnya ijazah serta tabungan mereka sebab, kala itu sekolah agendakan rekreasi ke Pulau Dewata di provinsi Bali dan biayanya diambil dari tabungan, akan tetapi yang ikut kegiatan tersebut hanya sekitar kurang lebih 150 an dari 400 siswa angkatan kami.
” Ada info loker berasal dari angkatan sebelumnya lalu diteruskan kepada seorang guru sekolah SMKN 1 Kemlagi, sebagai langkah lanjutan dibagikan informasinya ke groub angkatan kami yaitu tahun 2026. Wali kelas memberitahukan kalo ijazah bisa keluar selesai tapi tabungan masih belom bisa keluar.
Kami menanyakan sampai kapan bisa dibagikan?, jawaban dari walikelas sekaligus disampaikan kepada wali murid melalui rapat bahwa dibulan Juli awal bisa keluar, tapi apa daya ditunggu sampai pertengahan dan akhir ternyata mbreset, janji lagi di bulan Agustus awal, sampai akhir belum juga ada kejelasan dan juga jawabannya masih sama saja muter muter saja katanya uang tabungan masih dibekukan sebab ada masalah di sekolah.” Terang Z salah satu dari perwakilan alumni siswa angkatan tahun 2026.
Saat rekan media berusaha konfirmasi terkait permasalahan tersebut, dengan mendatangi sekolah SMKN 1 Kemlagi pada hari Selasa ( 1/9/ 2026) untuk keseimbangan pemberitaan tepatnya siang hari pukul 10.00 Wib. Diterima oleh Kuswanto yang bertugas dibagian humas sekolah tersebut.
Memang diduga ada permasalahan tersebut, namun fihak sekolah juga tidak ada niatan untuk mempersulit juga menahan tabungan dari alumni siswa dalam proses pencairannya, indikasi permasalahan ini muncul dampak dari kebijakan lama sekaligus menerangkan bahwa dirinya masih baru serta tidak berani terlalu membuka pokok utama dari indikasi masalah tersebut terangnya kepada rekan media.
“Saya lho masih baru mas bertugas disini memang diduga ada permasalahan tersebut akan tetapi, fihak sekolah juga tidak ada niatan untuk menahan pencairan tabungan alumni siswa masalah ini disinyalir muncul dari dampak program yang lama, saya tidak berani menjabarkan takut salah persepsi terus juga bisa ditegur sama atasan mas kalau informasinya salah”, jelas Kuswanto.
Relawan dari perwakilan alumni siswa berharap besar agar tabungan tersebut bisa segera cair, sebab untuk bisa menabung para alumni siswa tahun 2026 mendapatkan anggaran tersebut dari jerih payah perjuangan orang tua mereka yang bekerja tanpa lelah juga tak mengenal waktu agar cukup juga bisa menabung.
” Kami berharap tabungan ini bisa segera cair mas, sebab untuk bisa menabung teman teman juga termasuk saya, uangnya berasal dari jerih payah orang tua kami yang bekerja tanpa lelah serta pamrih juga tak mengenal waktu agar cukup dan bisa memenuhi kebutuhan kami yang kala itu statusnya masih sebagai pelajar sekaligus belom bisa menghasilkan uang sendiri”, tegas seorang diantara perwakilan relawan alumni siswa alumni tahun 2026 yang tidak mau dipublikasi namanya.
Pewarta ; Yani.S














Komentar