GARUT, Discoverynews.id — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (3/9/2026).
Bupati Garut menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari kinerja sektor pariwisata dan pertanian berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Sektor pariwisata tercatat tumbuh hingga 13,2%.
“Di otak kami, kalau sektor (perekonomian bagus) maka harus dijaga pertumbuhannya jangan sampai (turun lagi), susah lagi kalau bertambah. Dan itu juga saya yakin karena kerja keras kita semua dan bapak ibu, yang sudah mampu membujuk orang luar datang ke Garut,” ucap Syakur.
Untuk menjaga pertumbuhan tersebut, Syakur menekankan pentingnya penyelenggaraan berbagai event sebagai penggerak ekonomi daerah, mulai dari pariwisata, olahraga, budaya, hingga keagamaan.
“Menurut saya, bahwa salah satu cara yang sangat bagus untuk pertumbuhan ekonomi adalah melakukan event-event yang banyak. Apa saja eventnya? Bisa pariwisata, bisa olahraga, bisa budaya, bahkan keagamaan,” lanjutnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, memaparkan bahwa kunjungan wisatawan masih terkonsentrasi di wilayah tengah dan perkotaan. Berdasarkan data Disparbud, kunjungan wisatawan mencapai 70% di wilayah tersebut, 12% di wilayah selatan, dan 6,7% di wilayah utara.
“Sehingga kami melihat potensi seperti itu kita akan fokus untuk menunjang terhadap pertumbuhan untuk daya dukung di daerah tengah dan perkotaan,” ucapnya.
Sebagai langkah konkret, Disparbud Garut berencana membangun fondasi penataan pintu gerbang kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Cipanas tahun ini dengan konsep one-role service (kawasan terpadu). Penataan tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik utama dan berdampak pada peningkatan kunjungan ke destinasi wisata lainnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdhin, menyampaikan bahwa sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tinggi di Kabupaten Garut.
Berdasarkan data BPS 2025, pertumbuhan sektoral tertinggi tercatat pada sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 13,62%. Pergerakan wisatawan juga meningkat 26,15%, dengan mayoritas pengunjung berasal dari Bandung dan sekitarnya.
“Kemudian kalau kita lihat dari sisi pertumbuhan juga luar biasa. Ini data BPS 2025, ini menunjuk pertumbuhan sektoral yang paling tinggi itu ada di akomodasi makan minum sebanyak 13,62% jadi ini usaha yang memang tepat kalau katakanlah melihat dari peta struktur ekonomi di Kabupaten Garut,” ucapnya.
Peningkatan aktivitas wisata tersebut turut berdampak pada penerimaan daerah. Pajak Perhotelan tumbuh 47,17%, Pajak Makanan dan Minuman 35,53%, serta Tingkat Hunian Kamar (Occupancy Rate) meningkat 6,95%.
Meski menunjukkan tren positif, Ridzky menyoroti masih adanya kesenjangan antara jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terbit melalui sistem OSS dengan pelaku usaha yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak Daerah (NPWPD).
Rakor tersebut menjadi forum untuk mendorong optimalisasi PAD melalui pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan kepatuhan pajak daerah.
Dede Mulyana












Komentar