oleh

Kunjungan dan Sidak Wakil Ketua BGN ke RSI Aisyiyah Nganjuk Korban Keracunan MBG, SPPG Begadung 2 Disuspend 30 Hari dan Kepala SPPG Dicopot dari jabatannya.

NGANJUKDiscoverynews.id – Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono, bersama Wakil Bupati Nganjuk Tri Handoko Cahyo Saputro, melakukan kunjungan langsung ke RSI Aisyiyah Nganjuk pada Sabtu (5/9/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara firsthand kondisi para korban dugaan keracunan massal akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan memastikan penanganan medis berjalan optimal.

 

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun di lokasi, total korban keracunan telah mencapai 145 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 139 orang telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan. Namun, masih tersisa 6 orang yang harus menjalani perawatan intensif di RSI Aisyiyah karena kondisi kesehatan yang belum stabil.

 

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan pelayanan terbaik. Tidak ada toleransi untuk kelalaian dalam program strategis nasional seperti MBG,” ujar Mayjen Trenggono saat menjenguk pasien di ruang perawatan.

 

Sidak Dapur SPPG: Temukan Pelanggaran SOP dan Sanitasi Buruk

 

Usai meninjau kondisi korban, rombongan langsung melakukan sidak mendadak ke dapur Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) Begadung 2 sebagai titik muara distribusi makanan bermasalah. Hasil inspeksi mengejutkan: tim BGN menemukan sejumlah pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) serta kondisi sanitasi yang sangat tidak layak untuk pengolahan makanan skala besar.

 

Menanggapi temuan tersebut, BGN mengambil langkah tegas dan cepat:

1. Suspend Operasional: SPPG Begadung 2 dikenakan sanksi penghentian sementara operasional selama 30 hari untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

2. Pencabutan Jabatan: Kepala SPPG Begadung 2 Zidan Kamil, resmi dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan administratif atas insiden keracunan massal ini.

3. Proses Hukum: BGN menegaskan akan melanjutkan penyelidikan untuk mencari unsur kelalaian atau kesengajaan. Jika ditemukan pelanggaran hukum, kasus ini akan segera dilimpahkan ke aparat penegak hukum untuk diproses sesuai undang-undang.

 

Wakil Bupati Tri Handoko Cahyo Saputro yang turut hadir dalam sidak tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap tindakan tegas BGN. “Keselamatan anak-anak kita adalah prioritas utama. Siapa pun yang lalai dalam mengolah makanan untuk siswa, harus bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Tim discoverynews.id yang turut mendampingi kegiatan ini mencatat bahwa respons cepat dari BGN menjadi sinyal positif bagi pemulihan kepercayaan publik terhadap program MBG. Namun, masyarakat tetap menuntut transparansi penuh terkait hasil investigasi sanitasi dapur SPPG Begadung 2 agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

 

Discoverynews.id /tim

G /An

Andi
Author: Andi

Komentar