KALIMANTAN BARAT | Discoverynews ~ Wacana kunjungan ulang Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Kalimantan Barat kembali memantik gelombang kritik tajam dari berbagai pihak. Langkah pejabat pusat yang terus-menerus melakukan perjalanan dinas ke daerah tanpa memberikan perubahan substansial dinilai hanya membuang anggaran dan energi. Sorotan keras ini salah satunya datang dari kalangan mahasiswa yang merasa bahwa kehadiran wakil pemerintah pusat selama ini belum membawa dampak nyata, terutama di tengah eskalasi berbagai krisis lingkungan dan sosial yang membelenggu masyarakat lokal.
Kondisi di lapangan menunjukkan fakta yang kian mengkhawatirkan dengan lonjakan titik api yang memicu kebakaran hutan dan lahan. Situasi tersebut berdampak langsung pada krisis air bersih yang meluas di tengah masyarakat serta lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan kabut asap tebal. Alih-alih menghadirkan kebijakan penanganan yang terukur dan solutif, rentetan agenda kunjungan pejabat dinilai gagal meredam kepungan asap yang kian mengancam kesehatan dan perekonomian warga Kalimantan Barat.
Menanggapi gejolak sosial tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah, S.I.Pem., M.Si., turut memberikan pandangan kritis terkait efektivitas kerja pemerintah pusat di daerah. Agus menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak lagi membutuhkan retorika manis atau aksi simbolis di lapangan, melainkan langkah penanganan yang konkret dan mengeksekusi akar permasalahan secara langsung. Menurutnya, ekspektasi publik yang tinggi terhadap kunjungan menteri harus dijawab dengan hasil kerja terukur, bukan sekadar janji-janji tanpa realisasi yang jelas.
Pengawasan ketat dari DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan elemen masyarakat sipil menjadi sinyal kuat bahwa agenda kedatangan pejabat pusat tidak lagi bisa dikemas sebagai ajang pencitraan semata. Agus menekankan pentingnya komitmen nyata dari Raja Juli Antoni beserta jajaran kementerian untuk membawa solusi sistemik atas ancaman bencana karhutla dan krisis lingkungan pendukungnya. Tanpa adanya terobosan yang berdampak nyata, kunjungan kerja berulang ke bumi Kalimantan Barat hanya akan dipandang sebagai gestur politik kosong yang semakin mengikis kepercayaan publik.
(Tim/Red)













Komentar