Makassar,Discoverynews.id– Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan gangguan terhadap sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Hingga Senin (7/9/2026), tercatat sebanyak 47 penerbangan mengalami dampak akibat penutupan sementara operasional penerbangan di sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik.
Gangguan penerbangan tersebut terjadi menyusul adanya informasi Notice to Airmen (NOTAM) terkait kondisi operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang. Penutupan sementara operasional di Bandara Soetta diberlakukan pada Minggu (6/9) pukul 23.59 WIB hingga Senin (7/9) pukul 00.59 Wita sebagai langkah antisipasi keselamatan penerbangan.
Plt. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan, menyampaikan bahwa puluhan penerbangan yang terdampak terdiri dari penerbangan kedatangan maupun keberangkatan dengan rute utama menuju dan dari Jakarta.
“Berdasarkan data hingga malam ini, sebanyak 47 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terdampak pembatalan, terdiri dari 20 penerbangan kedatangan (arrival) dan 26 penerbangan keberangkatan (departure). Penerbangan yang terdampak meliputi rute dari dan menuju Jakarta (CGK),” ujar Fascal dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus melakukan koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan serta InJourney Airports, khususnya pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, untuk memperoleh informasi terbaru terkait perkembangan kondisi operasional penerbangan.
Selain melakukan pemantauan jadwal penerbangan, pihak bandara juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan pelayanan kepada para penumpang tetap berjalan dengan baik apabila terjadi perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan.
“Kami terus mengikuti perkembangan jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai serta menyiapkan kebutuhan pelayanan bagi penumpang yang terdampak apabila terjadi perubahan operasional penerbangan,” jelas Fascal.
Bandara Sultan Hasanuddin juga menyiapkan rencana cadangan berupa Contingency Plan dan Service Recovery Action sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi akibat dampak abu vulkanik.
“Kami telah menyiapkan Contingency Plan dan Service Recovery Action untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Personel dan fasilitas pelayanan siap mendukung penanganan penumpang yang terdampak,” tambahnya.
Pihak manajemen Bandara Sultan Hasanuddin memahami bahwa kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi calon penumpang. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan diimbau untuk selalu mengecek informasi terbaru kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya menyampaikan bahwa dampak erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sejumlah bandar udara di Indonesia mengalami gangguan operasional. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan melakukan koordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan perubahan arah angin yang membawa material abu vulkanik menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan penutupan sementara sejumlah bandara terdampak.
“Kondisi debu yang tadi siang anginnya mengarah ke barat, sekarang informasi dari BMKG anginnya mengarah ke timur dengan kecepatan 5 knot pada level 15.000 feet. Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai pukul 24.00 WIB,” kata Dudy.
Beberapa bandara yang terdampak antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Sumatera Selatan, serta Bandara Adisutjipto Yogyakarta.
Secara nasional, dampak erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan ribuan penerbangan mengalami penundaan. Tercatat sebanyak 1.558 penerbangan terdampak dengan sekitar 170 ribu penumpang mengalami perubahan jadwal perjalanan.
Pemerintah meminta seluruh maskapai penerbangan tetap memberikan pelayanan terbaik serta memenuhi hak-hak penumpang sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama proses penanganan gangguan operasional berlangsung.
Hingga kini, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bersama seluruh pihak terkait masih melakukan pemantauan kondisi abu vulkanik dan perkembangan operasional penerbangan guna memastikan keamanan serta kelancaran perjalanan udara masyarakat.













Komentar