oleh

Langit Pontianak Memerah Gelap, Kabut Asap Pekat Makin Mengancam Keselamatan Warga

PONTIANAK | Discoverynews — Kualitas udara dan jarak pandang di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami penurunan drastis akibat kabut asap yang kian pekat pada Senin (07/09/2026). Kondisi ini dinilai telah memasuki level yang membahayakan kesehatan serta mengganggu aktivitas harian seluruh lapisan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan sejak Senin pagi, paparan kabut pekat menyelimuti hampir seluruh sudut kota, termasuk kawasan jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada, hingga area pemukiman warga dan pesisir Sungai Kapuas. Jarak pandang berkurang signifikan hingga di bawah 500 meter, yang memaksa para pengguna jalan memperlambat laju kendaraan serta menyalakan lampu utama demi menghindari kecelakaan lalu lintas.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Pontianak dan sekitarnya mencatatkan angka yang masuk dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Asap pekat yang membawa partikel berbahaya ini memicu kekhawatiran tinggi akan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker standar seperti N95 sangat dianjurkan untuk meminimalisasi paparan partikel debu halus dan asap.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Satgas Karhutla terus berupaya melakukan pemadaman di titik-titik api sekitar wilayah Kalimantan Barat yang menjadi sumber utama munculnya asap pekat tersebut. Masyarakat berharap langkah penanganan cepat dan efektif dapat segera mengatasi krisis udara ini agar kehidupan warga Pontianak kembali normal.

(Tim/Red)

Komentar