CIAMIS, Discoverynews.id — Reuni lintas angkatan SMP Negeri 1 Cikoneng menjadi momentum mempertemukan kembali para alumni angkatan 1980 hingga 1988 setelah puluhan tahun menjalani perjalanan masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Minggu (6/9/2026), tidak sekadar menjadi ajang temu kangen. Reuni juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kontribusi untuk almamater, termasuk pengobatan gratis bagi masyarakat.
Mengusung semangat “Satu Sekolah, Seribu Cerita, Selamanya Saudara”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Selain pengobatan gratis, kegiatan juga diisi dengan bantuan buku untuk perpustakaan sekolah, perbaikan sarana olahraga, foto bersama, makan bersama, serta berbagai hiburan.
Sebanyak 360 judul buku turut diberikan untuk memperkuat koleksi perpustakaan SMP Negeri 1 Cikoneng. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian alumni terhadap perkembangan pendidikan di sekolah yang pernah menjadi tempat mereka menimba ilmu.
Kegiatan sosial berupa pengobatan gratis juga memberikan warna tersendiri. Reuni yang biasanya identik dengan nostalgia dan pertemuan antarteman sekolah, kali ini diarahkan menjadi momentum berbagi manfaat kepada masyarakat.
Nostalgia yang Berubah Menjadi Kontribusi
Reuni lintas angkatan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antara alumni dan almamater dapat terus dipelihara meskipun telah puluhan tahun berlalu.
Para alumni tidak hanya kembali untuk mengenang masa sekolah, tetapi juga membawa semangat untuk memberikan kontribusi nyata. Dari bantuan pendidikan hingga kegiatan kesehatan masyarakat, reuni menjadi ruang untuk mempertemukan kenangan, persaudaraan dan kepedulian sosial.
Di sisi lain, muncul pula gagasan untuk membentuk organisasi alumni yang dapat menjadi wadah resmi bagi lulusan SMP Negeri 1 Cikoneng dari berbagai angkatan.
Dengan wadah tersebut, potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang diharapkan dapat dihimpun untuk mendukung sekolah maupun masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan dan pemberdayaan.
Reuni akhirnya bukan sekadar perjalanan kembali ke masa lalu. Ia menjadi pengingat bahwa sekolah pernah mempertemukan mereka, dan setelah puluhan tahun, ikatan itu masih dapat digunakan untuk menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Satu sekolah, seribu cerita. Dari kenangan tumbuh persaudaraan, dari persaudaraan lahir kepedulian.
Dadang













Komentar