BONDOWOSO, Discoverynews.id — Yayasan DAMPAK menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M pada Minggu (6/9/2026) dengan merangkul komunitas mahasiswa dan generasi muda dari wilayah Bondowoso dan Jember.
Kegiatan yang diselenggarakan di Graha Dampak, Curahdami, Bondowoso adalah upaya mengajak generasi muda meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus melatih sikap bijak berlogika dalam menghadapi dinamika zaman modern.
Dalam sambutannya, Pembina Yayasan DAMPAK, Taufik Hidayat, menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah ritual dan kepedulian sosial. Beliau mengingatkan bahwa ketaatan spiritual harus senantiasa berbanding lurus dengan aksi nyata di masyarakat, sebagaimana yang telah diteladankan secara sempurna oleh Nabi Muhammad SAW.
“Ibadah spiritual dan ibadah sosial harus berjalan seimbang, sebagaimana yang telah diteladankan oleh Rasulullah Muhammad SAW,” ungkap Taufik Hidayat.
Peringatan bertajuk “Shalawat di Lisan, Cinta di Hati, Akhlak Mulia dalam Kehidupan” ini menghadirkan KH M. Ro’is Asy’ari, Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al Ibrohimi, sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya perpaduan antara kecerdasan spiritual dan rasionalitas bagi generasi muda agar mampu berpikir kritis, bijak, serta tetap teguh memegang nilai-nilai keislaman.
“Penting adanya perpaduan antara kecerdasan spiritual dan rasionalitas bagi generasi muda, agar tetap teguh memegang nilai-nilai keislaman serta mampu berpikir kritis dan bijak,” tutur KH M. Ro’is Asy’ari dalam tausiyahnya.
Acara ini juga menjadi ajang penguatan sinergi sosial dengan hadirnya Pengasuh Yayasan An-Nur Al Istiqomah Kelurahan Sekarputih, Ustadz Ahmad Toha, S.Pd.I, M.Pd. Kedua lembaga ini memiliki kesamaan fokus dalam pengasuhan serta menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yatim, piatu, dan keluarga miskin ekstrem.
Atas antusiasme peserta, Sofyan Maliki selaku Ketua Yayasan DAMPAK menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada komunitas pemuda serta mahasiswa yang hadir dan terus bersinergi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh komunitas pemuda dan mahasiswa di daerah Bondowoso dan Jember yang telah hadir dan selalu bersinergi bersama Yayasan DAMPAK,” Ucap Sofyan Maliki.
Nuansa peringatan Maulid Nabi kali ini pun terasa berbeda. Kabid Pengembangan SDM Yayasan DAMPAK, Mohammad Hairul, mengungkapkan bahwa acara sengaja dikemas minim seremonial dan lebih banyak diisi dengan sesi diskusi nonformal yang mengangkat tema-tema kajian menggugah kesadaran.
“Cara DAMPAK memperingati Maulid Nabi ini beda dari biasanya karena memang didesain tidak terlalu banyak seremonial, namun berlanjut pada sesi-sesi diskusi nonformal dengan tema kajian yang menggugah kesadaran yang dipandu Ustadz Masuki M. Astro,” kata Mohammad Hairul.












Komentar