NGANJUK — Discoverynews.id —Kepedulian terhadap akses masyarakat diwujudkan Kepala Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Lasto Utomo, dengan membangun dua jembatan gantung di wilayah desanya.
Dua jembatan tersebut masing-masing dibangun di Dusun Ngangkatan dan Dusun Kemloko Legi. Kehadiran jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, terutama para petani dalam membawa hasil panen.
Kegiatan pembangunan juga diwarnai doa bersama yang diikuti masyarakat setempat.
Warga terlihat antusias dan turut bergotong royong dalam proses pembangunan.
Kades Ngangkatan Lasto Utomo mengatakan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Selama ini, para petani harus menempuh jalur memutar lebih dari 2 kilometer ketika membawa hasil pertanian.
“Pembangunan jembatan gantung ini untuk memudahkan para petani membawa hasil panennya. Soalnya biasanya harus memutar lebih dari 2 kilometer,” ujar Lasto Utomo kepada awak media Discoverynews.id.
Lasto menegaskan, pembangunan dua jembatan tersebut bukan menggunakan Dana Desa (DD), APBDes, maupun anggaran pemerintah lainnya. Menurutnya, pembiayaan pembangunan murni berasal dari dana pribadinya.
“Ini murni dari swadaya masyarakat, tetapi anggarannya murni dari kantong pribadi saya sendiri dan bukan dari Dana Desa atau yang lainnya,” tegasnya.
Untuk pembangunan dua jembatan gantung tersebut, estimasi biaya yang dikeluarkan mencapai kurang lebih Rp75 juta.
Bagi Lasto, pembangunan tersebut bukan semata soal infrastruktur, tetapi juga menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Desa Ngangkatan.
“Saya senang masyarakat bergotong royong, guyup dan rukun,” ungkapnya.
Sementara itu, masyarakat menyambut antusias pembangunan dua jembatan tersebut. Warga menilai jembatan akan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi para petani yang membutuhkan akses lebih dekat untuk membawa hasil panen.
Sejumlah warga yang hadir dalam doa bersama bahkan menyampaikan harapan agar Lasto Utomo tetap melanjutkan kepemimpinannya sebagai Kepala Desa Ngangkatan periode 2027–2034.
“Pembangunan begitu nyata dan riil. Kenapa harus ganti?” tandas sejumlah warga Desa Ngangkatan yang hadir.
Dengan adanya dua jembatan gantung tersebut, masyarakat berharap akses antarwilayah semakin mudah dan aktivitas pertanian warga menjadi lebih efektif.
Gun /
Discoverynews.id. // tim










Komentar