KALIMANTAN BARAT | Discoverynews ~ Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat terus ditingkatkan melalui pendekatan yang serba cepat dan multicara. Kapolda Kalbar, Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, menegaskan bahwa menghadapi ancaman bencana tahunan ini tidak bisa hanya mengandalkan satu metode tunggal semata. Langkah taktis serta respons darurat harus terus dikolaborasikan agar setiap titik api dapat dipadamkan secara efektif sebelum meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.
Di lapangan, pergerakan aparat kepolisian dan personel gabungan tak pernah surut demi mengendalikan situasi terkini. Tim penanganan darat terus bergerak menyusuri titik-titik rawan dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, TNI, hingga masyarakat peduli api. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci utama untuk memastikan koordinasi berjalan lancar, baik dalam memadamkan api secara langsung maupun mengamankan area yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Langkah mendalam ini diambil demi memastikan bahwa keselamatan masyarakat serta pelestarian ekosistem hutan tetap menjadi prioritas utama. Kapolda menjelaskan bahwa mitigasi berkesinambungan dan kesiapsiagaan personel di titik-titik krusial akan terus dipantau secara ketat. Pengawasan yang presisi di tingkat tapak dinilai sangat krusial untuk mendeteksi potensi kemunculan asap secara dini, sehingga tindakan pencegahan dapat diambil dengan respons waktu yang sesingkat mungkin.
Komitmen kuat jajaran kepolisian dalam mengawal isu lingkungan ini disampaikan langsung oleh pimpinan Polda Kalbar di hadapan awak media. “Penanganan karhutla kita tetap maksimal,” tegas Alberd saat ditemui dalam sesi doorstop pada Sabtu (12,9/2026). Pernyataan tersebut sekaligus menggarisbawahi bahwa seluruh jajaran akan terus bersiaga penuh serta mengerahkan seluruh sumber daya yang ada demi menjaga Kalimantan Barat bebas dari bencana kebakaran lahan.
(Tim/Red)












Komentar