PONTIANAK | Discoverynews ~ Pelabuhan Dwikora Pontianak mendadak pecah ketika tim taktis bergerak cepat mengepung area bongkar muat kapal feri komersial. Berdasarkan intelijen presisi yang telah memantau pergerakan dari Jawa Tengah, Tim Quick Response Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII berhasil mencegat lima unit truk fuso raksasa yang bru saja turun dari Kapal Dharma Kartika VII. Operasi penyergapan kilat yang berlangsung pada Sabtu dini hari tersebut menjadi bukti nyata ketegasan aparat dalam menutup celah jalur tikus perdagangan gelap di wilayah perairan Kalimantan Barat.
Penindakan berantai ini berawal dari deteksi dini maritim pada Jumat, 11 September 2026, ketika radar informasi Kodaeral XII mengendus adanya pergerakan kargo mencurigakan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Mengabaikan prosedur pemeriksaan standar di pelabuhan asal, muatan ilegal yang disamarkan dalam truk ekspedisi antarpulau tersebut nekad menyeberangi Laut Jawa menuju Kota Pontianak. Tanpa membuang waktu, pergerakan kapal penyeberangan terus dipantau secara ketat hingga akhirnya menyentuh dermaga sasaran untuk dilakukan penyergapan secara terukur.
Tepat pukul 01.00 WIB, armada armada truk fuso tersebut langsung dikepung begitu keluar dari lambung kapal dan seluruh pengemudinya tak berkutik di tempat. Untuk mengamankan barang bukti serta mencegah adanya intervensi luar, kelima unit armada beserta para sopirnya langsung digiring di bawah pengawalan ketat menuju Mako Satuan Patroli Kodaeral XII. Penyidikan mendalam dan pembongkaran muatan dilakukan secara rinci guna membongkar modus penyembunyian barang haram yang diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah tersebut.
Komandan Kodaeral XII, Laksamana Muda TNI Sawa, menegaskan dalam konferensi pers di Lobby Mako Satrol pada Senin, 14 September 2026, bahwa dari hasil pemeriksaan intensif terhadap kelima armada, empat unit truk terbukti sarat bermuatan rokok tanpa pita cukai resmi, sementara satu unit truk lainnya ditemukan kosong. Keberhasilan operasi ini menandai komitmen tanpa kompromi jajaran TNI Angkatan Laut dalam mengawal kedaulatan ekonomi nasional serta memutus rantai pasokan komoditas ilegal yang terus berusaha menembus gerbang maritim Kalimantan Barat.
(Tim/Red)
















Komentar