Maluku,Discoverynews.Id-Proyek sumur bor yang dibangun oleh Balai Sungai Provinsi Maluku di Desa Oirata Timur, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi warga meskipun menelan anggaran sebesar Rp2,8 miliar. Proyek yang selesai dibangun pada tahun 2019 ini justru sudah tidak beroperasi sejak tahun 2022, sehingga warga kembali kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Seorang warga Desa Oirata Timur yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya mendalam atas kondisi tersebut. “Sungguh percuma anggaran negara sebanyak itu dikeluarkan, tetapi tidak ada manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami kembali kesulitan air bersih sehari-hari padahal fasilitas itu sudah ada,” ujarnya.

Merespons keluhan dan kondisi yang memprihatinkan ini, Anggota DPR Provinsi Maluku Yan Zamora Noach, S.P. didampingi Ketua PAC PDI Perjuangan Kisar Selatan Roby Haltere turun langsung ke lokasi untuk meninjau secara langsung pokok permasalahan dan penyebab berhentinya pengoperasian sumur bor tersebut.

Yan Zamora Noach yang juga berasal dari Fraksi PDI Perjuangan menyatakan keprihatinan yang besar atas kondisi proyek tersebut. “Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Anggaran rakyat yang besar tidak boleh sia-sia dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut Yan Zamora menyampaikan langkah yang akan diambil untuk mengatasi persoalan ini. “Saya akan segera mengadakan konsultasi dan pembicaraan dengan pihak Balai Sungai Provinsi Maluku serta pimpinan Komisi 3 DPR Provinsi Maluku guna mencari akar masalah serta solusi terbaik agar sumur bor ini dapat berfungsi kembali dan bermanfaat sepenuhnya bagi warga Desa Oirata Timur,” jelasnya.

Warga berharap perhatian dan tindak lanjut yang dilakukan Yan Zamora Noach dapat segera membuahkan hasil, sehingga akses air bersih yang menjadi kebutuhan paling mendasar dapat kembali terpenuhi dengan baik dan berkelanjutan.
















Komentar