SAWAHLUNTO, Discoverynews.id, Silungkang,14 September 2026, Setelah melalui perjalanan panjang dan proses yang cukup berarti bagi masyarakat, Surau Tepi Aia Silungkang, Desa Silungkang tigo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto, Sumatera Barat resmi berubah status menjadi Masjid Tepi Aia Silungkang.
Peresmian tersebut dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, dan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, S.I.P.
Perubahan status rumah ibadah tersebut bukan sekadar pergantian nama. Di baliknya terdapat perjalanan panjang yang bermula dari kebutuhan masyarakat terhadap tempat ibadah yang lebih luas, terutama sejak pandemi Covid-19 melanda.
Ketua Masjid Tepi Aia Silungkang, Drs. Dasril Munir, M.M., dalam sambutannya mengisahkan perjalanan Surau Tepi Aia hingga akhirnya resmi menjadi masjid.
Ia menjelaskan, pada masa pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan berbagai pembatasan terhadap aktivitas yang melibatkan banyak orang, termasuk pelaksanaan ibadah. Kondisi tersebut kemudian mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Surau Tepi Aia sebagai salah satu lokasi pelaksanaan salat Jumat dan salat Idul Adha.
Seiring berjalannya waktu, jumlah jamaah yang datang ke Surau Tepi Aia semakin bertambah. Kondisi tersebut kemudian memunculkan kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas dan fungsi surau agar dapat berkembang menjadi masjid.
“Awalnya karena Covid-19. Saat itu ada pengaturan dan pembatasan perkumpulan manusia, termasuk dalam pelaksanaan ibadah. Akhirnya Surau Tepi Air digunakan untuk salat Jumat dan juga salat Idul Adha,” demikian inti penyampaian Ketua Masjid Tepi Aia dalam sambutannya.
Menurutnya, semakin bertambahnya jumlah jamaah menjadi dorongan tersendiri bagi pengurus untuk berani mengambil langkah lebih besar.
“Karena semakin banyak jamaah, nyali pengurus juga harus ditingkatkan untuk mengembangkan surau ini menjadi masjid,” ungkapnya.
Keinginan tersebut kemudian mendapat dukungan secara adat. Setelah melalui proses di tingkat nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Silungkang menyetujui perubahan status Surau Tepi Aia menjadi Masjid Tepi Air Silungkang.
Proses tersebut kemudian mencapai salah satu tahapan penting pada 26 Juni 2026, ketika dokumen perubahan tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, S.I.P.
Setelah melalui seluruh proses yang diperlukan, Senin, 14 September 2026 menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Silungkang. Selain peresmian perubahan status, kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan prasasti Masjid Tepi Aia Silungkang oleh Wali Kota Sawahlunto.
Dihadiri Berbagai Unsur Masyarakat
Peresmian Masjid Tepi Aia Silungkang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, pemuda, serta jamaah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Silungkang,Camat Silungkang, jajaran kepolisian, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pemuda Payung Balai, organisasi kemasyarakatan, Tim Solid, serta jamaah majelis taklim.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi gambaran bahwa keberadaan Masjid Tepi Aia tidak hanya menjadi kebanggaan pengurus dan jamaah, tetapi juga bagian dari perjalanan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Silungkang.
Dengan perubahan status ini, masyarakat berharap Masjid Tepi Aia Silungkang tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah wajib, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, silaturahmi, pembinaan generasi muda, dan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Perjalanan dari sebuah surau hingga menjadi masjid tersebut menjadi bukti bahwa sebuah rumah ibadah dapat tumbuh mengikuti kebutuhan umat.
Dari keterbatasan di masa pandemi, lahir sebuah ikhtiar untuk memperluas pelayanan kepada jamaah. Dan hari ini, ikhtiar tersebut menemukan momentum penting: Surau Tepi Aia Silungkang resmi menjadi Masjid Tepi Aia Silungkang.
Semoga masjid yang berada di jantung kehidupan masyarakat Silungkang tersebut semakin makmur oleh jamaah, semakin hidup dengan kegiatan keagamaan, serta menjadi tempat tumbuhnya generasi yang mencintai masjid dan agama.
Masjid Tepi Aia Silungkang — dari surau, tumbuh bersama umat, untuk kemaslahatan masyarakat.
Penulis: Suherman
















Komentar