oleh

Aceh Tengah Perkuat Komitmen Implementasi Ruang Bersama Indonesia, Dua Kampung Jadi Pilot Project

BANDA ACEH — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperkuat komitmen daerah dalam mendukung implementasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang menjadi salah satu pilot project di Provinsi Aceh.

Dalam implementasinya, Kabupaten Aceh Tengah menunjuk dua kampung sebagai lokasi pilot project RBI, yakni Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, dan Kampung Bius Baru, Kecamatan Silih Nara.

Penguatan komitmen tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan RBI tidak hanya menjadi program, tetapi berkembang menjadi ruang bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala DKBPPPA Aceh Tengah Helfi Triyansi, SST., M.Kes., Kepala DPMK Aceh Tengah Ismail, SE., M.Si., Camat Bebesen Drs. Abada, Camat Silih Nara Umar Gani, SE., Reje Kampung Keramat Mupakat Iman Ahmadi,S.Pd.I serta Reje Kampung Bius Baru Iskandar.

Reje Kampung Keramat Mupakat, Iman Ahmadi, mengatakan implementasi RBI membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, karena persoalan keluarga, perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja.

Menurutnya, pemerintah kampung memiliki peran strategis dalam menghadirkan ruang pelayanan, edukasi, perlindungan, pemberdayaan serta aktivitas bersama masyarakat.

“RBI harus kita maknai sebagai ruang bersama yang benar-benar hadir di tengah masyarakat. Pemerintah kampung, keluarga, kader, sekolah, dunia usaha dan OPD harus bergerak bersama agar setiap program memberikan dampak nyata,” ujar Iman.

Ia menambahkan, Kampung Keramat Mupakat akan mengintegrasikan semangat RBI dengan berbagai program yang telah berjalan, antara lain Sagi Bergegure, Bunda PAUD, Posyandu 6 SPM, taman baca, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan kegiatan lingkungan.

Menariknya, implementasi RBI tersebut juga mempertemukan para kepala kampung yang sebelumnya pernah mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Universitas Indonesia (UI).

Reje Keramat Mupakat Iman Ahmadi merupakan peserta KDMK UI bersama Kepala Desa Purwosari, Kabupaten Nagan Raya, Ibu Fitri, yang juga merupakan satu angkatan dalam program tersebut.

Pertemuan lintas kabupaten ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai inovasi pemerintahan kampung, pemberdayaan masyarakat serta penguatan kolaborasi dalam menjalankan program RBI.

Dengan ditetapkannya Kampung Keramat Mupakat dan Kampung Bius Baru sebagai lokasi pilot project di Aceh Tengah, pemerintah daerah berharap implementasi RBI dapat menjadi model kolaborasi yang melibatkan pemerintah dan masyarakat secara berkelanjutan.

Penguatan komitmen tersebut juga menjadi langkah untuk memastikan keberadaan RBI dapat diterjemahkan ke dalam kegiatan konkret di tingkat kampung, sehingga ruang bersama benar-benar menjadi tempat masyarakat memperoleh akses terhadap edukasi, pelayanan, perlindungan, pemberdayaan dan penguatan keluarga.

“Kita ingin membangun kampung bukan hanya dengan infrastruktur, tetapi juga dengan membangun manusia, keluarga dan lingkungan sosial yang saling mendukung. Inilah semangat ruang bersama,” kata Iman.

Rizkan ekan
Author: Rizkan ekan

Komentar