MAMUJU TENGAH Discoverynews.id – Warga Dusun Camba Tunggal, Desa Polo Camba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di kawasan perkebunan kelapa sawit, Sabtu (19/9/2026).
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Kevin saat bersama ayahnya, Aditya Surahman, sedang melakukan aktivitas memanen buah kelapa sawit di kebun tersebut.
Informasi penemuan mayat diterima Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Mamuju Tengah sekitar pukul 11.05 WITA. Petugas kemudian bergerak ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengidentifikasi jenazah.
Menurut keterangan Kevin, dirinya bersama sang ayah berangkat ke kebun sekitar pukul 08.15 WITA dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WITA. Keduanya kemudian melakukan aktivitas memanen kelapa sawit.
Sekitar pukul 09.45 WITA, Kevin bersama ayahnya beristirahat. Saat itu, Kevin mencium bau menyengat yang diduga berasal dari sekitar lokasi.
Penasaran dengan sumber bau tersebut, Kevin kemudian mencari asal bau hingga menemukan sosok yang diduga merupakan mayat seorang laki-laki.
Temuan tersebut kemudian diberitahukan kepada ayahnya. Aditya Surahman selanjutnya menghubungi Rendi untuk menyampaikan informasi tersebut dan meminta agar penemuan itu segera dilaporkan kepada kepala dusun setempat.
Petugas yang melakukan pendalaman di lokasi kemudian mendapatkan informasi bahwa beberapa hari sebelumnya terdapat seorang laki-laki yang dilaporkan hilang dan belum kembali ke rumah. Informasi orang hilang tersebut bahkan telah beredar melalui sejumlah kanal media sosial lokal di Mamuju Tengah.
Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah IPTU Muhammad Arifin, S.H., M.H., membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi sebagai Supeno.
“Korban teridentifikasi bernama Supeno berdasarkan konfirmasi dari pihak keluarga, yaitu Sdri. Siti Kholifah, dengan melihat pakaian yang digunakan dan tali tambang warna kuning yang selalu berada di pinggang kakeknya tersebut,” kata IPTU Muhammad Arifin.
Berdasarkan keterangan keluarga, Supeno meninggalkan rumah pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 16.30 WITA dan tidak kunjung kembali hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan kebun.
Pihak keluarga sebelumnya juga telah melaporkan kehilangan tersebut kepada BPBD Kabupaten Mamuju Tengah.
Dari hasil pendalaman terhadap keluarga, Supeno diketahui telah mengalami kondisi pikun. Selain itu, korban juga memiliki riwayat penyakit kulit berupa iritasi atau kulit terkelupas pada bagian kaki.
Identitas korban semakin diperkuat setelah Siti Kholifah mengenali pakaian batik berwarna kebiru-biruan dan celana pendek hitam yang dikenakan korban. Keluarga juga mengenali tali tambang berwarna kuning yang berada di bagian pinggang korban dan biasa digunakan oleh Supeno.
Setelah menerima laporan, Tim URC Polres Mamuju Tengah melakukan sejumlah tindakan, mulai dari mendatangi dan mengamankan TKP, melakukan pengumpulan bahan keterangan dari sejumlah saksi, hingga melaksanakan proses identifikasi terhadap jenazah.
Petugas juga melakukan visum/otopsi sebagai bagian dari penanganan terhadap jenazah. Namun, pihak keluarga menyatakan keberatan apabila Supeno dilakukan visum atau pendalaman otopsi.
Hingga saat ini, kepolisian masih menangani penemuan tersebut sesuai prosedur. Tidak ada kesimpulan mengenai penyebab kematian yang disampaikan dalam keterangan awal tersebut, sehingga informasi terkait penyebab meninggalnya korban masih perlu menunggu hasil pemeriksaan yang berwenang.















Komentar