PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Penerbangan Internasional maskapai AirAsia dengan nomor penerbangan AK492 rute Kuala Lumpur (KUL) menuju Pontianak (PNK) terpaksa membatalkan pendaratannya di Bandara Supadio. Insiden yang melibatkan pesawat jenis Airbus A320 ini terjadi akibat pekatnya paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah udara Kalimantan Barat Minggu 20/09/2026, sehingga jarak pandang berada jauh di bawah batas aman penerbangan.
Dari pantaun Flightradar24.com Pesawat Air Asia AK 492, Sudah Take off dari bandara KLIA pada pukul 12.05 waktu setempat, namun setalah mendekati bandara supadio di pontianak dan berputar putar selama 30 menit , karena jarak pandang tidak memungkinkan akhirnya pilot memutuskan mengalihkan pendaratan di airport lapangan antar bangsa sibu.
Sejak keberangkatannya dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, proses penerbangan berjalan normal hingga memasuki ruang udara Pontianak. Namun, situasi mendadak memburuk saat pesawat bersiap meluncur turun menuju landasan pacu. Jarak pandang yang sangat terbatas akibat kepungan asap pekat membuat tim pilot tidak memiliki pilihan lain demi keselamatan seluruh penumpang dan kru di dalam pesawat.
Sesuai dengan protokol keselamatan penerbangan internasional, kapten pilot memutuskan untuk melakukan tindakan pencegahan dengan membatalkan pendekatan pendaratan (go-around). Setelah berkoordinasi intensif dengan petugas pemandu lalu lintas udara (ATC), keputusan diambil untuk mengalihkan rute penerbangan menuju bandara alternatif terdekat yang memiliki kondisi cuaca lebih kondusif.
Berdasarkan rekaman pelacakan radar penerbangan, pesawat Airbus A320 tersebut memutar arah dan mengalihkan pendaratan (divert) menuju Lapangan Terbang Antarabangsa Sibu di Sarawak, Malaysia. Wilayah Sibu dipilih karena memiliki tingkat visibilitas yang memenuhi syarat pendaratan darurat, sekaligus memiliki fasilitas penerbangan yang memadai untuk menampung pesawat ukuran menengah.
Fenomena kabut asap yang kembali melanda wilayah Kalimantan Barat ini memicu gangguan serius bagi lalu lintas transportasi udara regional. Kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam aktivitas warga di darat, tetapi juga melumpuhkan jadwal penerbangan domestik maupun internasional yang beroperasi melintasi kawasan tersebut.
Penanganan seluruh penumpang kapal terbang AirAsia AK492 yang tiba di Sibu saat ini disesuaikan dengan regulasi penerbangan yang berlaku. Pihak maskapai terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak sebelum memutuskan waktu keberangkatan lanjutan bagi para penumpang terdampak.
Wartawan: (Sony Afrizal)












Komentar