Garut, Discoverynews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit pernapasan, khususnya batuk dan pilek, selama musim kemarau.
Kondisi udara yang kering, paparan debu, serta asap dapat mengiritasi saluran pernapasan. Di sisi lain, batuk dan pilek yang dialami sejumlah orang secara bersamaan perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan penularan infeksi pernapasan.
Untuk mengurangi risiko penularan, Dinkes Garut mengajak masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan, baik di lingkungan rumah maupun saat beraktivitas di luar.
Baca Juga : Minyak Akar Wangi Garut Resmi Dapat Sertifikat Indikasi Geografis
Masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang menutup hidung, mulut, dan dagu, terutama ketika sedang mengalami gejala batuk atau pilek, merawat orang yang sedang sakit, maupun berada di lingkungan yang berdebu atau terpapar asap.
Selain itu, warga diminta menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun juga perlu dilakukan, terutama sebelum menyentuh wajah, makanan, atau minuman.
Baca Juga : Pemkab Garut Apresiasi Pelantikan Pengurus Paguron Pencak Silat Pusaka Riksa Diri (PRD) Periode 2026-2030
Dinkes Garut juga mengimbau masyarakat menjaga sirkulasi udara di dalam rumah dengan membuka jendela apabila memungkinkan. Ketika sedang sakit, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di tempat ramai untuk membantu mencegah penularan kepada orang lain.
Untuk menjaga kondisi tubuh, masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan air, mengonsumsi makanan bergizi, dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Warga juga diingatkan untuk tidak berbagi alat makan dan minum, menghindari paparan asap rokok, serta tidak melakukan pembakaran sampah yang dapat memperburuk kualitas udara.
Waspadai Gejala Berat
Dinkes Garut mengingatkan masyarakat agar segera mendapatkan pemeriksaan di Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan.
Beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian antara lain sesak atau kesulitan bernapas, nyeri dada, bibir tampak kebiruan, demam tinggi atau menetap, lemas berat, kesulitan minum, serta napas anak yang cepat atau disertai tarikan pada bagian dada.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok yang lebih rentan, seperti bayi, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit tertentu.
Dinkes Garut turut mengimbau masyarakat segera melapor kepada Puskesmas setempat apabila menemukan banyak warga yang mengalami sakit secara bersamaan di lingkungan sekitar. Informasi tersebut dapat membantu petugas kesehatan melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Masyarakat diharapkan tetap menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas udara serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan, terutama di lingkungan keluarga.
(Tim/red)















Komentar